Dua Diplomat Amerika Serikat Diusir Dari Venezuela, Mengapa ?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga memperhatikan seorang tentara yang tengah berjaga di jembatan perbatasan. Presiden Venezuela Nicholas Maduro, memerintahkan penutupan pintu perbatasan, usai terjadinya insiden penembakan. Venezuela, 20 Agustus 2015.  REUTERS / Carlos Eduardo Ramirez

    Seorang warga memperhatikan seorang tentara yang tengah berjaga di jembatan perbatasan. Presiden Venezuela Nicholas Maduro, memerintahkan penutupan pintu perbatasan, usai terjadinya insiden penembakan. Venezuela, 20 Agustus 2015. REUTERS / Carlos Eduardo Ramirez

    TEMPO.CO, Jakarta- Presiden Venezuela Nicholas Maduro memerintahkan pengusiran 2 pejabat diplomatik Amerika Serikat (AS), Todd Robinson dan wakilnya Bryan Naranjo dari Venezuela. Dalam pernyataannya yang disiarkan langsung melalui televisi pada Selasa, 22 Mei 2018, Maduro dengan tegas menyatakan sikapnya yang sudah muak dengan konspirasi para diplomat AS karena berusaha ikut campur dalam urusan dalam negeri Venezuela.

    “Mereka tidak akan bisa mendominasi kami di negeri ini,” kata Maduro, Rabu 23 Mei 2018. Maduro memberi ultimatum kepada kedua diplomat Amerika Serikat ini untuk angkat kaki dari Venezuela dalam batas waktu 48 jam atau dua hari setelah perintah tersebut dikeluarkan.

    Simak: Venezuela Usir Diplomat Amerika Serikat, Dendam Kena Sanksi

    Terkait dengan kejadian ini, baik Todd Robinson maupun pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibukota Caracas belum memberikan respon dan sikap secara resmi.

    Lalu, mengapa pemerintah Venezuela mengusir kedua diplomat AS ini ? Berikut rekam jejak karir mereka :

    1. Todd Robinson

    Todd Robinson, memiliki rekam jejak yang cukup panjang sebagai diplomat di kawasan Amerika Latin. Dirinya pernah menjadi diplomat di Kolombia, Bolivia, El Salvador dan Republik Dominika.

    Reputasinya semakin menanjak ketika menjadi diplomat di Guatemala. Di Guatemala, Robinson bahkan sempat mengalami  beberapa kali ancaman pengusiran dari negara tersebut.

    Dalam masa kerja saat ini sebagai diplomat di Venezuela, Robinson tercatat beberapa kali melakukan tindakan yang dianggap kontroversial oleh pemerintah setempat.

    Contoh tindakan kontroversial tersebut adalah ketika dirinya berpose di dekat monumen pahlawan nasional, Simon Bolivar sambil menyatakan bahwa parlemen Venezuela dibawah pemerintahan Maduro tidak sah.

    Selain itu, Robinson merupakan diplomat yang vokal menyuarakan agar pemerintah Venezuela membebaskan Joshua Holt, seorang Warga Negara Amerika Serikat yang dipenjara selama dua tahun tanpa proses pengadilan dengan tuduhan kepemilikan senjata api ilegal.

    Sepekan sebelum diusir oleh Maduro, Robinson mendatangi kantor kementerian luar negeri Venezuela dan menuntut pemerintah Venezuela memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi Holt di penjara

    Tuntutan Robinson ini dipicu oleh rekaman video Holt dipenjara yang menyatakan bahwa nyawanya diancam oleh aparat keamanan pemerintah.

    Robinson mengatakan bahwa tidak satupun pejabat pemerintah Venezuela yang bersedia menemuinya untuk memberikan informasi mengenai status hukum Holt.

    Meski demikian, petinggi Partai Sosialis Venezuela, Diosdado Cabello membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa Robinson hanya ingin mencari perhatian saja dengan tindakannya.

    1. Bryan Naranjo

    Bryan Naranjo merupakan wakil dari Todd Robinson sebagai diplomat AS di Venezuela. Perjalanan karirnya sebagai diplomat juga cukup panjang. Naranjo tercatat sebagai salah satu diplomat senior yang aktif di Venezuela sejak Hugo Chavez maju dalam pemilihan presiden pada 1998.  

    Pengusiran diplomat ini dilakukan bersamaan dengan pemberlakuan sanksi Amerika Serikat kepada Venezuela terkait dengan kontroversi hasil Pemilu yang dimenangkan Maduro beberapa waktu lalu.

    Amerika Serikat menuduh Pemilu Venezuela tidah sah karena tingkat partisipasi pemilih yang rendah dibawah 50 % suara.

    Sanksi-sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Venezuela antara lain pembatasan penjualan aset penting milik negara serta tekanan ekonomi dalam perdagangan internasional.

    REUTERS|ALJAZEERA|INDIANEXPRESS|NATIONALREVIEW|WASHINGTONPOST|POLITICO|ZIKRIL HAKIM BADRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.