Eksklusif -- Najib Razak Diperiksa Soal 1MDB, PKR Bilang ...

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) untuk memenuhi panggilan dalam pemeriksaan kasus skandal 1MDB, Selasa pagi, 22 Mei 2018. NSTP/MOHD FADLI HAMZAH

    Bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) untuk memenuhi panggilan dalam pemeriksaan kasus skandal 1MDB, Selasa pagi, 22 Mei 2018. NSTP/MOHD FADLI HAMZAH

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Direktur Komunikasi Partai Keadilan Rakyat, Fahmi Fadzil, mengatakan pemeriksaan bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, oleh KPK Malaysia menunjukkan adanya isu yang belum selesai. Ini karena pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari investigasi kasus dugaan korupsi skandal 1MDB sejak awal 2015.

    “Hukum harus ditegakkan. Penyitaan aset memang tidak langsung berarti seseorang itu bersalah tapi itu menciptakan persepsi di publik ada yang masalah serius ketika ada ratusan barang mewah dan miliaran rupiah uang tunai ikut disita,” kata Fahmi kepada Tempo lewat aplikasi WhatsApp, Rabu, 23 Mei 2018. “Satu-satunya cara untuk membersihkan nama Najib Razak adalah lewat proses pengadilan.”

    Baca: KPK Malaysia Panggil Najib Razak Soal Skandal 1MDB Hari Ini

    Fahmi, yang juga anggota parlemen dari daerah Lembah Pantai, mengatakan ini menanggapi pemeriksaan KPK Malaysia atau Malaysia Anti-Corruption Commission terhadap bekas Perdana Menteri Najib Razak pada Selasa, 22 Mei 2018.

    Seperti dilansir Reuters, MACC belum menahan Najib pasca pemeriksaan. Namun, lembaga anti-rasuah ini akan kembali memeriksa Najib pada Kamis, 24 Mei 2018.

    Polisi mengangkut sejumlah koper berisi barang-barang yang disita dari apartemen milik mantan Perdana Menteri Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, 18 Mei 2018. Selain itu, polisi juga menyita 72 koper berisi uang tunai dan perhiasan dari 3-4 unit apartemen milik Najib di Pavilion Residences Apartment. AP Photo

    Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari temuan awal MACC pada 2015 yaitu adanya aliran dana sebesar RM42 juta atau sekitar Rp150 miliar dari rekening milik SRC International, yang merupakan anak perusahaan 1 Malaysia Development Berhad, ke rekening pribadi Najib Razak, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri.

    Baca: Najib Razak Ditanya KPK Soal Aliran Uang Skandal 1MDB dan SRC

    MACC juga menyelidiki dugaan adanya aliran dana RM2,6 miliar atau sekitar Rp9,3 triliun dari rekening 1MDB, yang merupakan perusahaan investasi pelat merah, ke rekening Najib.

    Direktur Komunikasi Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Fahmi Fadzil, yang juga anggota parlemen dari daerah Lembah Pantai. The Malaysian Insight

    Najib baru saja dikalahkan Mahathir Mohamad dalam pemilu Malaysia, yang digelar pada 9 Mei 2018. Ada dugaan sementara total uang 1MDB yang disalah-gunakan lebih dari US$4,5 miliar atau sekitar Rp63,5 triliun.

    “Saya percaya MACC akan bertindak jika ada tindak kriminal dilakukan oleh orang-orang yang terlibat,” kata Fahmi terkait pemeriksaan Najib Razak. Soal pembentukan gugus tugas untuk mengungkap skandal 1MDB, Fahmi mengatakan itu dibentuk untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dan seberapa dalam keterlibatannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.