India - Pakistan Bentrok Senjata, 7 Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran Muslim Kashmir melemparkan batu ke polisi India selama protes di Srinagar, Kashmir, India, 1 Mei 2018. (AP Photo/Mukhtar Khan)

    Sejumlah demonstran Muslim Kashmir melemparkan batu ke polisi India selama protes di Srinagar, Kashmir, India, 1 Mei 2018. (AP Photo/Mukhtar Khan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan India dan Pakistan bentrok senjata di sepanjang perbatasan kedua negara di Jammu, Distrik Kathua dan Samba, Kamis, 23 Mei 2018, menewaskan tujuh orang termasuk seorang bayi dan dua anggota militer.

    "Bentrok senjata itu mengakibatkan dua puluh orang cedera," tulis situs berita NDTV, Kamis.

    Baca: Selama Ramadan, India Tunda Operasi Militer di Kashmir

    Kendaraan berhenti di kelokan berbahaya di Zojila, Kashmir, 22 Agustus 2014. Meskipun berbahaya, tetap banyak pengendara melewati daerah itu karena sebagai jalan penghubung antar wilayah Kashmir, Ladakh dan Jammu. (Yawar Nazir/Getty Images)

    NDTV juga melaporkan, ratusan warga desa terpaksa mengosongkan rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri dari amuk senjata kedua pasukan. Sebagian dari mereka tinggal di rumah keluarga atau kamp yang disiapkan pemerintah di daerah aman. "Seluruh lembaga pendidikan ditutup."

    Menurut laporan pejabat polisi yang tak disebutkan namanya kepada kantor berita PTI, "Pasukan Pakistan menembakkan mortir, senjata ringan dan senapan otomatis pada malam hari. Mereka menyasar desa di Ramgarh dan Samba."

    Dia menjelaskan, akibat tembakan tersebut, 15 orang cedera. "Sebanyak 11 korban tembakan dilarikan ke Rumah Sakit GMC di Jammu, sementara empat lainnya dibawa ke rumah sakit berbeda."Polisi menangkap seorang aktivis dari Gerakan Massa Jammu Kashmir saat protes di Srinagar, India, Rabu (17/6). Protes dipicu oleh kematian dua perempuan muda, penduduk setempat yang diperkosa dan dibunuh oleh tentara India. AP Foto/Mukhtar Khan

    Adu senjata tersebut, NDTV melaporkan, sebelumnya melukai lima warga akibat tembakan mortir Pakistan di Distrik Jammu.

    Baca: Buntut Demo Mematikan, Mahasiswa Kashmir dan Polisi India Bentrok

    Perseteruan negara bertetangga itu berlangsung sejak keduanya merdeka dari Inggris pada 1947. Sumber utamanya adalah masalah Kashmir. Pakistan menuding India tidak bersedia menggelar referendum tentang Kashmir, kawasan subur di lembah Himalaya.

    Menurut Pakistan sebagaimana keputusan Dewan Keamanan PBB, India harus menggelar peblisit yang intinya memberikan kebebasan warga Kashmir memilih apakah merdeka atau bergabung dengan Pakistan karena mereka pemeluk Islam. India belum memberikan tanggapan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.