Takut Riya, Kedutaan Arab Saudi Kucurkan Bantuan Diam-diam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengundang media berbuka puasa bersama sambil tukar cerita mengenai ramadan di Arab Saudi, Selasa, 22 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengundang media berbuka puasa bersama sambil tukar cerita mengenai ramadan di Arab Saudi, Selasa, 22 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut bulan puasa, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta kembali melanjutkan tradisi bagi-bagi kurma. Pada ramadan 2018, ada 100 ton kurma yang dibagikan oleh Kedutaan Arab Saudi kepada masyarakat Indonesia.

    "Sekitar 50 ton kurma kami bagikan pada instansi-instansi pemerintah dan sisanya untuk swasta, hadiah untuk Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Nahdlathul Ulama, Muhammadiyah dan masjid-masjid di penjuru Indonesia. Kami bahkan membagikan kurma ini kepada para pengungsi Somalia di Indonesia," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Selasa, 22 Mei 2018.

    Acara bagi-bagi kurma ini sengaja tidak dipublikasi oleh Kedutaan Arab Saudi karena ingin menyembunyikan perbuatan baik dari dosa riya. Sebab perbuatan baik bisa menjadi sia-sia karena perbuatan riya.

    Baca: Serangan Bom di Masjid Yaman, Arab Saudi Kirim Bantuan Medis

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengundang media berbuka puasa bersama sambil tukar cerita mengenai ramadan di Arab Saudi, Selasa, 22 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Baca: Rizieq Syihab Dapat Bantuan Dana Selama Tinggal di Arab Saudi

    Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta juga rutin menggelontorkan bantuan untuk Indonesia, mulai dari pembangunan masjid, universitas-universitas hingga program bantuan belajar bahasa Arab. Seluruh bantuan ini bisa dilihat secara nasional namun hanya sedikit yang dizinkan diliput oleh media karena waswas menjadi perbuatan riya.

    "Dalam perbuatan baik, kami sangat takut riya yang bisa membuat pahalanya menjadi sia-sia," kata Osama.

    Dalam tiga bulan terakhir, Osama menyebut total ada tiga masjid di bangun oleh Kerjaan Arab Saudi di Indonesia. Namun aksi sosial ini lagi-lagi tidak ditampakkan karena takut riya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?