Turki Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup kepada 104 Terdakwa Kudeta

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 104 orang atas keterlibatan mereka dalam upaya kudeta pada Juli 2016. Mantan personel militer yang terlibat divonis hukuman hidup oleh pengadilan di provinsi barat Izmir, Senin, karena dituduh berupaya menggulingkan tatanan pemerintahan sah. Hukuman penjara seumur hidup menggantikan hukuman mati di Turki, tapi membuat kondisi yang lebih keras daripada hukuman seumur hidup yang normal.

    Hingga kini, total 280 staf militer diadili atas tuduhan keterlibatan kudeta gagal, seperti yang dilaporkan Al Jazeera, 22 Mei 2018. Di antara para terdakwa yang menerima hukuman seumur hidup, ada mantan kepala angkatan udara staf Letnan Jenderal Hasan Huseyin Demiraslan dan mantan Komandan Pasukan Angkatan Laut Aegea, Jenderal Besar Memduh Hakbilen.

    Baca: Presiden Turki Dilarang Kampanye di Sarajevo Bosnia

    Pengadilan memvonis 21 tersangka hukuman penjara 20 tahun atas tuduhan membantu upaya pembunuhan presiden, sementara 31 lainnya diberi hukuman antara 7 tahun 6 bulan dan 10 tahun 6 bulan karena menjadi anggota kelompok teror bersenjata. Vonis ini didasarkan adanya dugaan komplotan untuk membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada malam kudeta ketika dia sedang berlibur di resor Aegean Marmaris bersama keluarganya.

    Pendukung Presiden Tayyip Erdogan berfoto selfie di depan tank setelah berhasil menggagalkan kudeta militer di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. Warga bersuka cita dan merayakan kegagalan kudeta militer dengan berfoto selfie di depan tank militer. REUTERS

    Baca: Turki Menahan 92 Guru Diduga Terkait Jaringan Gulen

    Menurut kepresidenan Turki, upaya kudeta itu menewaskan lebih dari 240 orang, tidak termasuk kudeta. Sedangkan 2.000 lebih terluka dalam insiden itu. Ankara menuduh seorang ulama yang menetap di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, sebagai aktor kudeta. Namun Gulen menyangkal tuduhan itu. Pemerintah Turki mengatakan gerakan Gulen adalah sebuah organisasi teroris, yang mengklaim bahwa anggotanya telah menjalankan pemerintahan ganda dalam birokrasi sipil dan militer untuk kepentingan mereka sendiri.

    Setelah upaya kudeta, puluhan ribu orang telah ditangkap dan aparat negara dipecat atau diskors karena diduga terkait dengan gerakan Gulen atau Partai Kurdi yang dilarang selama darurat militer pada Juli 2016. Negara Barat dan aktivis mengecam langkah pemerintah dan menuntut agar darurat militer Turki diakhiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.