Rusia - Inggris Tegang, Pemilik Chelsea Tak Dapat Visa

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roman Abramovich. REUTERS/Andrew Winning

    Roman Abramovich. REUTERS/Andrew Winning

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan politik Rusia dengan Inggris yang dipicu masalah racun saraf menimpa bekas agen rahasia Sergei Skripal berimbas kepada pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich.

    Miliader Rusia itu harus gigit jari karena visa masuk ke Inggris yang sudah kedaluwarsa tak bisa diperpanjang. Menurut keterangan anggota keluarganya kepada kantor berita Reuters visa Abramovich telah hangus bulan lalu.

    Baca: Sergei Skripal, Eks Mata-mata Rusia Keluar Rumah Sakit Inggris

    Pelatih baru Chelsea, Guus Hiddink bersama dengan pemilik klub Roman Abramovich dan Didier Drogba saat menyaksikan pertandingan antara Chelsea vs Sunderland di Stamford Bridge, London, 19 Desember 2015. Hiddink harus membawa Chelsea bangkit dimana sekarang berada posisi 16 di klasmen sementara. AP/Matt Dunham

    "Abramovich pemilik kesebelasan top di Inggris, Chelsea, harus memperbarui visanya jika ingin menyaksikan klubnya berlaga di Liga," ujar seorang sumber kepada Al Jazeera, Ahad, 20 Mei 2018. Sumber yang tak bersedia disebutkan namanya ini menambahkan, sepertinya Abramovich tak memperbaruhi visanya karena ada penolakan.

    Ketika Al Jazeera minta konfirmasi ke Millhouse, perusahaan yang mengelola aset Abramovich, menolak berkomentar. Sementara itu, Kantor Kementerian Dalam Negeri Ingris juga tak memberikan penjelasan.

    Abramovich, menurut laporan sejumlah media, tidak hadir di tengah ofisial klub ketika Chelsea berlaga melawan Manchester United pada pertandingan final FA Cup di London, Sabtu, 19 Mei 2019. "Dalam laga tersebut, Chelsea berhasil menggulung Manchester United," tulis Al Jazeera.Manten intelijen Rusia dan Inggris, Sergei Skripal sekarat terkena zat tak dikenal di Inggris [Independent.co.uk/AP]

    Majalah Forbes memperkirakan Abramovich, pengusaha terkaya Rusia ke-11, memiliki harta senilai US$ 10,8 miliar atau setara dengan Rp 154 triliun (kurs Rp 14.196/dolar). Kekayaan itu dia peroleh dari limpahan rezeki bisnis minyak pada 1990-an di Rusia. Sebagian kekayaan dia wujudkan dengan membeli klub sepak bola elite Inggris, Chelesa, pada 2003.

    Baca: Ini 10 Daftar Orang Terkaya Pemilik Tim Olahraga versi Forbes

    Pria kaya Rusia ini sangat menyukai London sehingga sebagian hidupnya dihabiskan di kota tersebut termasuk melakukan bisnis. Hubungan Inggris dan Rusia saat ini anjlok ke tingkat sangat rendah setelah London menuduh Moskow terlibat dalam peracunan bekas agen ganda Sergei Skripal di Inggris, Maret lalu. Rusia menolak tudingan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.