Forum G20, Menlu Retno Soroti Terorisme di Surabaya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam pertemuan para menlu anggota G20 du Buenos Aires, Argentina. Dok.Kemenlu

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam pertemuan para menlu anggota G20 du Buenos Aires, Argentina. Dok.Kemenlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara-negara anggota G20 termasuk Indonesia harus menunjukkan kepemimpinan dan berkontribusi secara kongkret dalam melawan terorisme demi menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

    Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi dalam working dinner Pertemuan Para Menteri Luar Negeri G20 di Buenos Aries, Argentina, ancaman terorisme masih tinggi dan sangat nyata. Hal ini dapat dilihat dari beberapa serangan di Indonesia Minggu, 13 Mei lalu.

    Baca: Erna Pelaku Bom di Polrestabes Surabaya, Tetangga Histeris

    "Masyarakat Indonesia tidak takut, kita semua tidak boleh takut hadapi terorisme, dan tidak boleh beri terorisme ruang untuk bergerak," kata Retno, Minggu, 20 Mei 2018, waktu setempat.

    Retno menceritakan serangan teror di Surabaya memprihatinkan karena melibatkan semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, dalam aksi terorisme. Dalam kaitan ini, Retno mengajak semua anggota G20 memperkuat kerja sama global dalam melawan terorisme. Retno mengusulkan isu counter-terrorism menjadi bagian integral dalam pembahasan di G20.

    Dalam kesempatan itu, Retno juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan solidaritas negara-negara G20 kepada Indonesia, menyusul aksi terorisme di Indonesia. Dalam menghadapi serangan teror di Surabaya, kepolisian dan otoritas keamanan Indonesia berhasil bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap jaringan pelaku.

    Polisi berjaga saat petugas melakukan olah TKP di salah satu lokasi Bom Surabaya di GPSS Arjuno, Surabaya, Jawa Timur, 17 Mei 2018. Pascaledakan bom bunuh diri di tiga lokasi gereja yang berbeda di Surabaya pada 13 Mei lalu aparat keamanan masih terus mencari bukti lain terkait peristiwa itu. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Baca: Korban Meninggal Bom Surabaya Bertambah Menjadi 14 Orang

    Teror bom Surabaya di tiga gereja terjadi pada Minggu, 13 Mei 2018, dengan total 14 korban tewas. Selain di Gereja Pantekosta, teror bom bunuh diri terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya. Pelaku bom bunuh diri adalah Dita Oepriarto, istri, dan empat anaknya.

    Selain teror bom di tiga gereja, serangan terorisme terjadi di Markas Polrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018. Pelaku diketahui bernama Tri Murtiono beserta istri dan tiga anaknya. Satu anak Tri selamat dari kejadian bom Surabaya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.