Korea Utara Tuntut Seoul Pulangkan Pelayan Yang Membelot

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelayan Korea Utara

    Pelayan Korea Utara

    TEMPO.CO, JakartaKorea Utara menuntut Korea Selatan untuk segera memulangkan belasan pelayan yang melarikan diri dua tahun lalu. Tuntutan itu diberikan hanya beberapa hari setelah secara tiba-tiba KTT lanjutan antar-Korea dibatalkan secara sepihak.

    Baca: Lebih dari 20 Restoran Korea Utara di Luar Negeri Ditutup  

    Menurut Pyongyang, para pelayan wanita itu tidak melarikan diri melainkan diculik oleh Seoul dari restoran Korea Utara di Cina. Korea Selatan membantahnya dan menyebutkan pembelotan itu karena kemauan para pelayan itu sendiri.

    Masalah itu kemudian menjadi kontroversi ketika mantan manajer restoran Korea Utara di Beijing mengaku berbohong kepada wanita-wanita itu dan memaksa mereka agar mengikutinya di bawah perintah agen mata-mata Korea Selatan.

    Baca: Kena Sanksi, Koki Jepang di Korea Utara Tak Dapat Ikan Impor

    Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, Palang Merah Korea Utara mengatakan, nasib tak menentu para wanita Korea Utara bisa membahayakan hubungan antara kedua negara.

    "Pihak berwenang Korea Selatan harus ... mengirim perempuan warganya ke keluarga mereka tanpa penundaan dan dengan demikian menunjukkan keinginan untuk meningkatkan hubungan Utara-Selatan," demikian isi pernyataan itu, seperti dilansir Channel News Asia pada 21 Mei 2018.

    Tuntutan itu diberikan setelah Korea Utara secara sepihak membatalkan KTT lanjutan antar-Korea sebagai bentuk protes atas latihan bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat.

    CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.