Pemimpin Perempuan Oposisi Pertama Tunisia Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maya Jribi. twitter.com

    Maya Jribi. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Maya Jribi, perempuan Tunisia pertama yang memimpin partai politik, meninggal dunia pada Sabtu, 19 Mei 2018, dalam usia 58 tahun. Pada periode 2006-2012, Jribi menjadi Ketua Partai Progresif Demokratik atau PDP. Pada April 2012, PDP bergabung dengan Partai Republik dan Jribi memimpin partai itu hingga dia mengundurkan diri pada 2017.

    Dikutip situs English.alarabiya.net pada Senin, 21 Mei 2018, Jribi merupakan salah satu perempuan paling pemberani dan terkenal di Tunisia yang menentang rezim mantan presiden Zine El Abidine Ben Ali. Jribi bersama politikus Tunisia lain bangkit melawan kebijakan-kebijakan tirani pemerintah Ben Ali.

    Baca: Pertama Kali, Tunisia Izinkan Militer Ikut Pemilu

    Foto mantan presiden Tunisia Presiden Zine El Abidine Ben Ali. AP/Hatem Moussa

    Baca: Partai Islam Tunisia Dukung Calon Wali Kota Yahudi

    Jribi pernah digambarkan sebagai perempuan bertangan besi dari Tunisia karena pernah berhadapan langsung dengan rezim Ben Ali. Dia bagian dari sedikit perempuan Tunisia yang berani mengungkapkan dan menentang kebijakan-kebijakan Ben Ali dan cara presiden itu menjalankan pemerintahan. Dalam peta politik Tunisia, Jribi telah memimpin banyak aksi protes untuk meneriakkan kediktatoran Ben Ali.

    Setelah revolusi Tunisia berakhir dan rezim Ben Ali runtuh, dia berhasil membawa partainya masuk parlemen dan dia terpilih menjadi anggota Dewan Parlemen, sehingga bisa memainkan peran membuat rancangan konstitusi baru Tunisia.

    Pada Oktober 2007 selama 20 hari, Jribi melakukan aksi mogok makan untuk memprotes tindakan pemindahan kantor pusat partainya dari Ibu Kota Tunis. Aksi mogok makan ini ternyata berimplikasi serius pada kesehatannya kemudian hari.

    Jribi lahir pada 1960. Ayahnya Saleh Ben Youssef berasal dari Tunisia, sementara ibunya dari Aljazair. Dia memasuki dunia politik pada usia muda melalui ayahnya yang merupakan politikus. Pada awal karier politiknya, dia berjuang membangun kesadaran perempuan Tunisia agar mempertahankan hak-haknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.