Takut Pertemuan Korut Batal, Presiden Trump dan Moon Bertelepon

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengangkat tangan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat penandatangan kesepakatan di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. . (Korea Summit Press Pool via AP)

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengangkat tangan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat penandatangan kesepakatan di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. . (Korea Summit Press Pool via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon pada Minggu, 20 Mei 2018, untuk memastikan pertemuan tingkat tinggi Korea Utara-Amerika Serikat pada 12 Juni nanti akan berjalan sesuai dengan agenda. Kedua presiden bertelepon setelah Korea Utara mengancam akan membatalkan pertemuan pertamanya dengan Trump.

    Pembicaraan Trump dengan Moon berlangsung sekitar 20 menit. Keduanya saling bertukar pandangan atas reaksi Korea Utara.

    "Kedua pemimpin akan memonitor secara ketat kesuksesan pertemuan Korea Utara-Amerika Serikat pada 12 Juni nanti, termasuk kehadiran Korea Selatan dalam pertemuan itu," bunyi keterangan Istana Kepresidenan Korea Selatan, seperti dikutip Reuters pada Senin, 21 Mei 2018.

    Baca: Trump Salahkan Cina atas Ancaman Korea Utara Batalkan KTT

    Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya terkait seruannya untuk menyerang Suriah di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. REUTERS/Yuri Gripas

    Baca: Reaktor Nuklir Korea Utara Terbengkalai, 100 Juta Orang Terancam

    Sebelumnya, Kepala Negosiator Korea Utara Ri Son-gwon pada Kamis, 16 Mei 2018, mengatakan tidak akan melakukan pertemuan dengan Korea Selatan, kecuali tuntutan pihaknya dipenuhi. Ancaman ini dilontarkan Pyongyang setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan udara militer gabungan yang dinamai Max Thunder. Sehari sebelumnya, Korea Utara juga menggertak akan menarik diri dari rencana pertemuan dengan Amerika Serikat.

    Kantor berita Korea Utara, KCNA, pada Sabtu, 19 Mei 2018, mewartakan pemerintah Korea Selatan harus memulangkan 12 pegawai perempuan restoran Korea Utara ke kampung halamannya tanpa ditunda-tunda. Hal ini sebagai bagian dari wujud nyata membaiknya hubungan kedua negara.

    Pyongyang sangat yakin para pegawai restoran dari Korea Utara itu diculik Korea Selatan. Namun Seoul menyatakan 12 pegawai itu bebas menentukan nasibnya sendiri. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.