Telah Berkawan Lama, Bebas dari Penjara Anwar Temui Habibie

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di kediaman BJ Habibie, Jakarta, 20 Maret 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di kediaman BJ Habibie, Jakarta, 20 Maret 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memenuhi undangan mantan Presiden Indonesia ke-3, B.J. Habibie, Minggu, 20 Mei 2018. Anwar dan Habibie rupanya telah berkawan lama, tak heran Anwar segera menyambut undangan Habibie untuk bertandang ke Indonesia, tak lama setelah dia bebas dari penjara.

    "Setelah beberapa hari bebas, saya tidak mempunyai rencana untuk keluar negeri karena saya ingin lebih dulu ketemu keluarga. Tapi, Pak Habibie menelepon saya, meminta saya untuk datang ke Indonesia untuk memperingati 20 tahun reformasi Indonesia dan mengenang wafatnya Ibu Ainun (22 Mei 2010). Akhirnya, saya ke Indonesia," kata Anwar, Minggu, 20 Mei 2018, di kediaman B.J. Habibie, Kuningan, Jakarta.

    Baca: 20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim Kunjungi B.J. Habibie

    Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim tiba untuk menemui Presiden ke-3 RI BJ Habibie di kediaman BJ Habibie, Jakarta, 20 Maret 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Baca: Bebas, Anwar Ibrahim: Malaysia Memasuki Era Baru Reformasi

    Anwar mengaku mengikuti perkembangan proses reformasi 1998 di Indonesia. Dia pun mengaku mengenal mantan Presiden Soeharto, tapi lebih mengenal Habibie karena mereka telah berkawan sejak lama.

    Habibie pun membenarkan pernyataan Anwar itu. Dia menceritakan sangat mengenal Anwar dan ujian yang dihadapinya, termasuk saat Anwar mengalami gangguan kesehatan dan harus menjalani operasi di Muenchen, Jerman.

    "Dia (Anwar) dulu harus dioperasi. Dalam keadaan demikian, dia dioperasi di Muenchen, daerah tempat saya tinggal. Dia dioperasi dengan didampingi orang tua, istri, dan anak-anaknya. Saya dan Anwar tidak ada masalah sebagai manusia yang berbudaya dan beragama. Kami sama-sama pro-rakyat," kata Habibie.

    Terkait dengan proses reformasi Indonesia 1998, Anwar mengatakan setelah dipecat oleh pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohammad pada era itu atas tuduhan telah melakukan sodomi, Anwar pun mengusung slogan reformasi. Kata itu dinilainya inklusif dan Malaysia saat ini banyak menimba ilmu pengalaman dari Indonesia mengenai reformasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.