Sabtu, 18 Agustus 2018

Peretas Berulah, Bank Sentral Meksiko Catat Rp 215,3 Miliar Raib

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker. REUTERS/Kacper Pempel

    Ilustrasi hacker. REUTERS/Kacper Pempel

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank sentral Meksiko mengatakan serangan siber oleh peretas telah mencuri sekitar 300 juta peso atau setara Rp 213,6 miliar selama beberapa minggu terakhir.

    Gubernur Bank of Mexico, Alejandro Diaz de Leon, mengatakan pihak berwenang masih menyelidiki cara para penjahat cyber atau peretas itu, yang terdeteksi pada akhir April, menyadap koneksi jaringan bank ke sistem pembayaran untuk mengirim perintah palsu.

    Baca: Politisi Palestina-Meksiko Jadi Calon Kongres Amerika Serikat

    "Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui keberadaan jumlah dana yang hilang," kata Diaz de Leon, seperti dilansir Reuters pada 17 Mei 2018.

    Dia menolak untuk mengidentifikasi perusahaan yang terkena serangan, hanya mengatakan tiga bank, broker dan sindikasi kredit telah melihat transfer palsu.

    Diaz de Leon mengatakan perkiraan awal menunjukkan sekitar 300 juta peso dalam "transaksi tidak teratur," tetapi dia mengatakan beberapa yang belum ditarik dan masih bisa dipulihkan.

    Baca: Trump Tutup Perbatasan Meksiko, Kirim Pasukan Garda, Ada Apa?

     

    Tidak jelas berapa banyak pencuri telah berhasil menarik uang tunai serta apakah tersangka yang dicurigai adalah seorang hacker domestik atau internasional.

    Sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan ada penarikan uang tunai dari lusinan bank di seluruh negeri tidak lama setelah adanya ratusan transfer palsu.

    Serangan terhadap bank-bank Meksiko mirip dengan salah satu perampok dunia maya terbesar yang pernah dikenal. Saat itu, peretas mencuri US $81 juta atau sekitar Rp1,1 triliun dari bank sentral Bangladesh pada 2016.

    Bank sentral Meksiko mengatakan akan menciptakan unit baru untuk merancang dan menerbitkan panduan tentang keamanan transaksi untuk bank-bank negara itu.

    Diaz de Leon mengatakan bank sentral Meksiko memiliki unit keamanan siber internal sejak 2013, dan telah meningkatkan perlindungan pada tahun 2016, menyusul serangan di Bangladesh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.