Rabu, 23 Mei 2018

Startup Kopi di Cina Gugat Starbucks atas Tuduhan Monopoli

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sketsa logo kedai kopi, Starbucks, yang pertama kali diluncurkan (kiri), dan yang terkenal saat ini. Logo ini mengambil inspirasi dari mitologi putri duyung. Boredpanda.com

    Sketsa logo kedai kopi, Starbucks, yang pertama kali diluncurkan (kiri), dan yang terkenal saat ini. Logo ini mengambil inspirasi dari mitologi putri duyung. Boredpanda.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan kopi startup di Cina, Luckin Coffee telah menyiapkan gugatan terhadap Starbucks yang dituduh melakukan monopoli dalam menjalankan bisnisnya.

    Baca: Kopi Indonesia Diminati Masyarakat Cina

    Perusahaan asal Amerika Serikat ini dituding telah menyingkirkan warung kopi lainnya dan menekan industri penyuplai kopi.

    Dalam surat terbukanya ke Starbucks, Luckin Coffee menuding Starbucks yang berkantor pusat di Seattle telah meneken kontrak-kontrak eksklusif dengan sejumlah pemilik kopi di Cina. Sehingga perusahaan pemasok kopi terkemuka telah diminta untuk berhenti menjual produknya ke Luckin Coffee.

    Wakil Presidn Luckin Coffee, Guo Jinyi mengatakan, praktek monopoli yang dilakukan Starbucks telah mencederai bisnis yang wajar dan melukai persaingan sehat, sehingga menghambat pengembangan industri kopi.

    Baca: Laku di Amerika dan Eropa, Eksportir Kopi Gayo Bidik Pasar Asia

    Dituding monopoli, Starbucks mengatakan, pihaknya tidak berminat untuk ikut mempromosikan merek lain. "Kami menyambut persaingan yang tertib," ujarnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu, 15 Mei 2018.

    Luckin Coffee merilis mereknya empat bulan lalu dan membuka 400 gerainya di 13 kota di Cina dengan 1,3 juta pelanggan dengan menghabiskan 5 juta kopi.

    Perusahaan kopi startup Cina ini menarget anak-anak muda kelas menengah dengan menawarkan rasa kopi yang pas di lidah mereka.

    Baca: Starbucks Siap Beli Kopi Gayo Tanpa Batas, Asal...

    Adapun Starbucks masuk ke Cina tahun 1999 dan berkembang pesat di seluruh Cina. Starbucks masuk pemain top di bisnis serupa di Cina dengan memiliki 3200 toko di 139 kota. Perusahaan ini memperkerjakan 40 ribu karyawan dan melayani lebih dari 6 juta pelanggan setiap minggu.

    Menurut Euromonitor International, pasar warung kopi di Cina mencapai 30,1 miliar yuan atau setara dengan US$ 4.72 ribu tahun lalu. Angka ini meningkat dibanding tahun 2016 sebesar US$ 20,1 miliar.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.