Jumat, 19 Oktober 2018

Suap, Wasit Top Saudi Dilarang Pimpin Pertandingan Seumur Hidup

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Sepak Bola Arab Saudi telah menghukum wasit paling terkemuka, Fahad al-Mirdasi untuk tidak memimpin pertandingan seumur hidupnya lantaran menerima suap.

    Federasi juga mendesak FIFA untuk mengeluarkan nama Mirdasi dari daftar wasit untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.

    Baca: Skandal Suap: Warga Malaysia Ini Rusak Sepak Bola Indonesia  

     

    Hukuman ini diberlakukan secara resmi kepada Mirdasi setelah Komite disiplin dan etnik Federasi Sepak Bola Saudi merampungkan penyelidikannya pada Selasa, 15 Mei 2018.

    Menurut laporan Komite Disiplin, Mirdasi telah didekati presiden Klub Al-Ittihad menawarkan sejumlah uang agar tim dari klubnya memenangkan pertandingan.

    Baca: Mengapa Skandal Suap Menyergap Sepakbola Eropa?

    "Presiden Ittihad, Hamas Al-Sanayeh menjelaskan Federasi Sepak Bola Saudi menyatakan ada bukti Fahad Al-Mirdasi dihubungi via pesan tertulis di WhatsApp. Dia menawarkan sejumlah uang sebagai balasan untuk membantu timnya memenangkan pertandingan," ujar pernyataan Komite Disiplin, seperti dikutip dari Channel News Asia, 16 Mei 2018.

    Mirdasi terpilih sebagai wasit dalam pertandingan dua kesebelasan dari dua klub top Arab Saudi untuk memperebutkan Piala Raja Arab Saudi, klub Al- Faisaly dan Al-Iittihad.

    Baca: Cegah Suap, Bank Besar Dunia Pantengi Transaksi Uang FIFA  

    Mirdasi, 32 tahun, mendapat lencana FIFA pada 2011 dan menjadi wasit di Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016 dan Confederations Cup di Rusia tahun 2017.

    Ia menjadi satu dari 5 wasit dari Arab Saudi yang dipilih FIFA untuk memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2018 di Rusia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.