EKSKLUSIF - Anwar Ibrahim Akan ke Turki Temui Erdogan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anwar Ibrahim dijenguk Mantan Menaker Fahmi Idris di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dok.Fahmi Idris

    Anwar Ibrahim dijenguk Mantan Menaker Fahmi Idris di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dok.Fahmi Idris

    TEMPO.CO, Jakarta - Anwar Ibrahim, pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat (PKR), menyatakan akan menemui sahabat-sahabatnya termasuk Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, selepas keluar dari penjara.

    Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Anwar ketika ditemui sahabat karibnya dari Indonesia, Fahmi Idris, di rumah sakit Cheras Rehabilitation Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa petang, 15 Mei 2018, waktu setempat.

    Baca: EKSKLUSIF - Pertemuan Anwar Ibrahim dan Fahmi Idris di Malaysia

    Anwar Ibrahim dijenguk Mantan Menaker Fahmi Idris di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dok.Fahmi Idris

    Anwar yang dinyatakan bebas dari segala hukuman setelah mendapatkan pangampunan dari Kerajaan mengatakan kepada Fahmi bahwa dia ingin istirahat dulu dari segala kegiatan dan menemui teman-temannya.

    "Saya juga ingin berobat," kata Fahmi kepada Tempo mengutip ucapan Anwar, Rabu, 16 Mei 2018. Dia melanjutkan, "Yang paling penting setelah bebas ini saya akan menemuhi para sahabat, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan."

    "Mungkin saya perlu waktu sebulan di sana karena sudah lama tidak bertemu dengan beliau," tuturnya kepada Fahmi.Bekas Deputi PM Malaysia, Anwar Ibrahim, berfoto di dengan istri, Wan Azizah Wan Ismail, dan kedua putrinya Nurul Izzah dan Nurul Nuha, ditemani sejumlah pejabat setempat di Istana Negara Malaysia, Rabu, 16 Mei 2018. Istimewa

    Anwar dan Fahmi bersahabat sejak keduanya masih muda pada 1967. "Kalau ketemu Anwar, saya suka membawa oleh-oleh kue legit kesukaannya. Tapi kali ini tidak bawa karena ketinggalan," kata Fahmi.

    Baca: EKSKLUSIF - Anwar Ibrahim Tak Yakin Jadi Perdana Menteri Malaysia

    Anwar sebelumnya dijebloskan ke penjara oleh pengadilan Malaysia karena didakwa melakukan sodomi terhadap bekas ajudannya pada 2015. Setelah Anwar dinyatakan bebas, peluang menjabat Perdana Menteri Malaysia terbuka bagi Anwar sebagaimana disampaikan oleh Mahathir Mohamad. "Saya tidak menghiraukan posisi itu. Saya masih konsentrasi pada kesehatan dan ingin menemuhi teman-teman."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.