Keajaiban, TKI Hilang Kontak 28 Tahun Akhirnya Bertemu Keluarga

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI asal Jawa Timur, akhirnya berkumpul lagi dengan keluarganya setelah hilang kontak selama 28 tahun. Sumber: Dokumen PWNI Kemenlu, Jakarta, 16 Mei 2018.

    Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI asal Jawa Timur, akhirnya berkumpul lagi dengan keluarganya setelah hilang kontak selama 28 tahun. Sumber: Dokumen PWNI Kemenlu, Jakarta, 16 Mei 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI hilang kontak selama 28 tahun, pada Selasa sore, 15 Mei 2018, akhirnya berkumpul kembali dengan keluarganya di Desa Tempurejo, Jember, Jawa timur. Kembalinya Jumanti ke tanah air dianggap keluarga sebagai sebuah keajaiban.

    "Keluarga menganggap ini sebuah keajaiban. Mereka (keluarga) sudah sampai pada titik pasrah. Akan tetapi dengan upaya Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh, akhirnya Jumanti bisa ditemukan," kata Chairil Anhar, case officer Kementerian Luar Negeri yang mengantarkan Jumanti ke kampung halaman di Jember, Jawa Timur.

    Baca: Jumanti, TKI Hilang 28 Tahun di Arab Saudi, Tiba di Indonesia

    Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI asal Jawa Timur, akhirnya berkumpul lagi dengan keluarganya setelah hilang kontak selama 28 tahun. Sumber: Dokumen PWNI Kemenlu, Jakarta, 16 Mei 2018.

    Baca: Setelah 28 Tahun Jadi TKI, Nenek Jumanti Akan Bertemu Keluarga

    Jumanti bertolak ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga pada 14 Agustus 1990 atau saat usia 46 tahun. Sejak kepergiaannya, Jumanti tidak pernah melakukan kontak dengan empat anak-anaknya di Jember. Suami Jumanti sudah meninggal dunia.

    "Jumanti alias Qibtiyah tidak pernah meminta pelayanan apapun pada Perwakilan RI selama 28 tahun keberadaannya di Arab Saudi. Ini membuat harapan menemukan Jumanti meredup," demikian bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri, Rabu, 16 Mei 2018.

    Pada 9 Maret 2018, keberadaan Jumanti mulai mengalami titik terang. KBRI Riyadh dan Kementerian Luar Negeri mendapat laporan keberadaan Jumanti dari seorang TKI asal Malang, Jawa Timur, bernama Niayah binti Kasimin. Niayah mengaku pernah berkomunikasi dengan Jumanti karena Niayah bekerja pada kakak majikan Jumanti.

    Laporan Niayah segera ditindak lanjuti hingga pada 18 April 2018, KBRI Riyadh dengan bantuan aparat keamanan setempat menjemput Jumanti dari rumah majikannya, Abdul Azis Muhammed Al-Daerim, yang ada di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Setelah menunggu exit permit, TKI hilang kontak ini akhirnya pada Selasa kemarin, 15 Mei 2018 tiba di Indonesia dan siap menghabis bulan puasa bersama keluarganya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.