Bias Gender, 240 Ribu Anak Perempuan Tewas di India Setiap Tahun

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menangis setelah sebuah hotel runtuh di Kota Indore, India 31 Maret 2018. Setahun yang lalu sebuah gedung berusia 177 tahun di Mumbai runtuh dan menewaskan 22 orang. REUTERS

    Warga menangis setelah sebuah hotel runtuh di Kota Indore, India 31 Maret 2018. Setahun yang lalu sebuah gedung berusia 177 tahun di Mumbai runtuh dan menewaskan 22 orang. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir seperempat juta anak perempuan di India tewas setiap tahunnya karena diskriminasi gender. Studi terbaru menemukan, masyarakat India memprioritaskan  anak laki-laki. Diskriminasi gender telah  membunuh hampir seperempat juta anak perempuan di bawah usia lima tahun setiap tahun.

    Baca: Lahirkan Anak Perempuan, Wanita India Dipukuli Keluarga Suami

    Penulis jurnal medis The Lancet, Christophe Guilmoto dari Universitas Paris Descartes mengatakan, sekitar 240 ribu anak perempuan yang ditemukan menjadi korban diskriminasi ini tidak termasuk kasus aborsi setelah hasil USG menunjukan bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan.

    “Diskriminasi berbasis gender terhadap anak perempuan tidak hanya mencegah mereka lahir, tetapi juga dapat memicu kematian orang-orang yang dilahirkan,” kata Guilmoto, seperti dilansir Asia Correspondent pada 15 Mei 2018.

    Menurut para peneliti, kesertaraan gender tidak hanya tentang hak atas pendidikan, pekerjaan atau representasi politik, tetapi juga tentang perawatan, vaksinasi, dan gizi anak perempuan untuk terus bertahan hidup.

    Baca: Ratusan Bocah Perempuan India Dioperasi Jadi Laki-laki  

    Guilmoto dan tim menggunakan data populasi dari 46 wilayah di India untuk menghitung berapa banyak bayi perempuan yang meninggal di masyarakat di mana tidak ada dampak diskriminasi, dan berapa banyak yang meninggal dalam kenyataan.

    Perbedaannya, sekitar 19 kematian dari setiap 1.000 anak perempuan yang lahir antara tahun 2000 dan 2005, disebabkan efek bias gender. Ini setara dengan sekitar 239.000 kematian per tahun atau 2,4 juta selama satu dekade.

    "Sekitar 22 persen beban kematian keseluruhan anak gadis berusia di bawah lima tahun di India akibat sikap prasangka gender," demikian pernyataan Institut Internasional untuk Sistem Analisis Terapan (IIASA) berkantor di Austria.

    Baca: Aborsi Janin Perempuan di India Mengerikan

    Masalah itu terutama cukup parah di utara India dengan negara bagian seperti Uttar Pradesh, Bihar, Rajasthan dan Madhya Pradesh, menyumbang dua pertiga dari kematian. Yang paling terpengaruh adalah wilayah pertanian pedesaan India yang tingkat pendidikannya rendah, kepadatan penduduk tinggi dan tingkat kelahiran tinggi.

    Pelecehan terhadap anak perempuan di India terjadi baru-baru ini setelah serentetan kasus perkosaan brutal yang memicu protes luas yang menyerukan diakhirinya budaya impunitas yang ada. India mencatat sekitar 40 ribu kasus perkosaan pada 2016, naik dari 25 ribu kasus pada 2012.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.