Anwar Ibrahim Bakal Dibebaskan Besok, Raja Malaysia Bilang Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. asianaffairs.in

    Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. asianaffairs.in

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Proses pembebasan bekas Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengalami penundaan menjadi Rabu, 16 Mei 2018, dan pihak Raja Malaysia mengeluarkan rilis.

    Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pembebasan ini agak tertunda. “Karena kami ingin mengikuti aturan yang berlaku,” ucap Mahathir dalam jumpa pers, Senin, 14 Mei 2018.

    Proses pembebasan ini menunggu rapat Lembaga Pengampunan Diraja Malaysia yang baru akan digelar pada Rabu, 16 Mei 2018. Awalnya, rapat akan digelar pada Selasa, 15 Mei 2018.

    Baca: Jadi Anggota Parlemen, Putri Anwar Ibrahim Ceritakan Kisahnya

    Setelah lembaga ini kelar membahas soal persyaratan pembebasan Anwar, wakil PM era Mahathir Mohamad pada 1993-1998 itu bisa segera meninggalkan tahanan di Kuala Lumpur. Saat ini, Anwar dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi di Cheras karena mengalami sakit di bahunya.

    Menurut rilis dari Kerajaan Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V telah menyetujui semua proses kerja Lembaga Pengampunan, yang awalnya dijadwalkan akan menggelar rapat pada Selasa, 14 Mei 2018. 

    Baca: Eksklusif -- Putri Anwar Ibrahim Cerita Momen Kemenangan Pemilu

    “Tapi pejabat perdana menteri telah memohon rapat Lembaga Pengampunan ditunda hingga Rabu pukul 11 pagi,” bunyi pernyataan pers pihak kerajaan.Perdana Menteri Malaysia Baru Mahathir Mohamad ditemani istri Anwar Ibrahim Wan Azizah menggelar konferensi pers usai dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. Mahathir Mohamad, resmi menjadi PM Malaysia ke-7 menggantikan Najib Razak. REUTERS/Lai Seng Sin

    Dalam cuitannya, Nurul Izzah, putri Anwar yang juga Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat dan anggota parlemen, menuturkan, “Kami mengajukan permintaan pengampunan dari raja terkait dengan pelanggaran proses hukum pada 2015. Grup Kerja PBB Bidang Penahanan Semena-mena juga menyimpulkan bahwa Anwar Ibrahim harus dilepaskan segera karena vonisnya terkait dengan intervensi politik.”

    Pembebasan Anwar, yang mendapat vonis 5 tahun penjara dalam kasus sodomi pada 2015, menjadi salah satu isu utama yang diangkat koalisi oposisi Pakatan Harapan. Karena berkelakuan baik, Anwar dijadwalkan keluar pada Juni 2018.

    Namun PM Mahathir Mohamad, sesuai dengan kesepakatan internal di Pakatan Harapan yang mengusungnya sebagai kandidat PM, telah memintakan pengampunan Anwar kepada Raja Malaysia. Ini akan membuat Anwar keluar lebih cepat dan bisa kembali aktif berpolitik.

    Anwar Ibrahim juga digadang-gadang bakal menggantikan Mahathir sebagai PM setelah dia mengikuti pemilu susulan dan menjadi anggota parlemen atau Dewan Rakyat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.