Sehari Menjelang Peringatan Nakba, Puluhan Warga Palestina Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran wanita berlari saat ditembakan gas air mata ketika melakukan aksi protes menuntut  hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 11 Mei 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Demonstran wanita berlari saat ditembakan gas air mata ketika melakukan aksi protes menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 11 Mei 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya 37 warga Palestina tewas di jalur Gaza dan lebih dari 900 orang luka-luka dalam sebuah aksi protes memperingati hari Nakba, Senin pagi, 14 Mei 2018. Korban tewas berjatuhan saat pasukan militer Israel melepaskan tembakan dan gas air mata ke arah demonstran di area pagar perbatasan Israel dengan Gaza.

    Hari Nakba diperingati setiap tahun pada 15 Mei. Peringatan ini untuk mengenang pengusiran rakyat Palestina dari tanah mereka sendiri hingga mendorong berdirinya Negara Israel pada 1948.

    Laporan Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan, setidaknya 918 orang luka-luka dan dari jumlah tersebut 74 orang berusia di bawah 18 tahun, 23 orang perempuan dan delapan wartawan. Masyarakat Palestina menduduki Jalur Gaza sejak Senin pagi, 14 Mei 2018 dan mencoba melewati pagar perbatasan sebagai bagian dari aksi protes memperingati hari Nakba. Diperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina berpartisipasi melakukan aksi ini.

    Baca: Indonesia Mengecam Serangan Israel di Perbatasan Gaza

    Seorang demonstran wanita membawa bendera saat membakar ban ketika melakukan aksi protes menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 11 Mei 2018.REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Baca: Lagi, Wartawan Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

    Aksi protes memperingati hari Nakba dimulai sejak 30 Maret 2018. Sejak hari pertama protes dilakukan, setidaknya 67 warga Palestina tewas di tangan pasukan militer Israel dan lebih dari 9.400 orang luka-luka.

    "Jumlah massa yang melakukan aksi protes di luar perkiraan dibanding tujuh pekan aksi protes," demikian bunyi laporan wartawan lokal, Maram Humaid, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin, 14 Mei, 2018.

    Jatuhnya korban tewas dalam memperingati hari Nakba ini bertepatan dengan rencana pemindahan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan ini terkait pernyataan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017.

    Terkait pemindahan kantor Kedutaan Amerika Serikat itu, rencananya akan dilakukan aksi protes di kota Ramallah dan Hebron. Di Ramallah, masyarakat Palestina diperkirakan akan melakukan aksi turun ke jalan mulai dari pusat kota Ramallah menuju pos pengecekan Qalandia yang memisahkan Ramallah dari Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.