Jumanti, TKI Hilang 28 Tahun di Arab Saudi, Tiba di Indonesia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI yang hilang kontak 28 tahun, akhirnya kembali ke tanah air, Senin, 14 Mei 2018. Sumber: dokumen pribadi duta besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh.

    Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, TKI yang hilang kontak 28 tahun, akhirnya kembali ke tanah air, Senin, 14 Mei 2018. Sumber: dokumen pribadi duta besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumanti binti Bejo bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, TKI hilang kontak selama 28 tahun asal Jawa Timur, akhirnya pulang ke Indonesia. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan penerbangan yang membawa Jumanti dilakukan dengan maskapai Emirat dan akan tiba di Jakarta pada Senin sore, 14 Mei 2018.

    "Keluarga Nenek (Jumanti) sepertinya akan menunggu di Jember. Setiba di Jakarta, BNP2TKI yang akan mengatur," kata Agus, yang ikut mendampingi Jumanti terbang ke Indonesia, Senin, 14 Mei, 2018.

    Jumanti, yang sudah berusia senja dan mulai pikun, tak bisa langsung pulang ke Tanah Air begitu ditemukan KBRI Riyadh, Arab Saudi, karena harus menunggu exit permit. Jumanti pun terbang menggunakan dokumen SPLP atau surat perjalanan laksana paspor karena tak pernah memperpanjang paspornya sejak bekerja di Arab Saudi pada 1990.

    Baca: TKI Hilang 28 tahun di Arab Saudi Akhirnya Terima Gaji

    Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74 tahun, tengah-duduk. Akhirnya kembali ke tanah air, setelah hilang kontak dengan keluarganya selama 28 tahun, Senin, 14 Mei 2018. Sumber: dokumen KBRI Arab Saudi.

    Baca: TKI di Arab Saudi Hilang Kontak 28 Tahun Akhirnya Ditemukan

    Agus menceritakan, sebelum pulang ke Indonesia, Jumanti menyempatkan diri melaksanakan ibadah umrah selama tiga hari dan mengadakan acara pamitan kecil-kecilan dengan sesama TKI di penampungan KBRI Riyadh, Arab Saudi.

    "Nenek kelihatan capek lahir-batin. Beliau senang kembali ke Indonesia, tetapi enggak meluap-luap," kata Agus.

    Jumanti bekerja sebagai asisten rumah tangga pada sebuah keluarga di Riyadh, Arab Saudi. Sejak masuk Arab Saudi pada 1990, Jumanti hilang kontak dengan keluarganya. Jumanti memiliki empat anak, sedangkan suaminya telah meninggal dunia. Dia diselamatkan KBRI Riyadh, Arab Saudi, dari rumah majikannya pada 18 April 2018 setelah melalui proses pencarian panjang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.