Tutup Program Senjata Nuklir, Kim Jong Un Bakal Dapat Investasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo dan Kim Jong Tersenyum Lebar

    Mike Pompeo dan Kim Jong Tersenyum Lebar

    TEMPO.CO, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan sanksi ekonomi Korea Utara akan diangkat jika pemimpin negara itu, Kim Jong Un, melucuti secara total program senjata nuklirnya.

    Ini bisa membuat Korea Utara menjadi sejahtera bersaing dengan tetangganya Korea Selatan. Menurut Pompeo, pemerintah AS tidak akan menginvestasikan uang pajak rakyat negaranya ke Korea Utara.

    Namun, pencabutan sanksi ekonomi akan membuka jalan bagi datangnya investasi ke Korea Utara dalam bentuk energi, pertanian, dan sektor infrastruktur.

    Baca: Singapura Siap Fasilitasi Pertemuan Trum dan Kim Jong un 12 Juni

     

    “Ketua Kim (Jong Un) akan mendapat dari AS berupa orang-orang terbaik di bidang bisnis, para pengambil resiko, para penyedia modal. Mereka akan mendapat modal swasta, yang masuk,” kata Pompeo dalam beberapa acara talk show yang dihadirinya, Ahad, 13 Mei 2018.

    Seperti diberitakan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong un, akan menggelar pertemuan pada puncak pada 12 Juni 2018 di Singapura.

    Baca: Bertemu Kim Jong Un 12 Juni di Singapura, Trump: Perdamaian Dunia

    Kedua pemimpin akan berbicara mengenai perdamaian di Semenanjung Korea dan perlucutan senjata nuklir.

    Menurut Pompeo, Korea Utara membutuhkan berbagai peralatan teknologi pertanian dan bidang lainnya untuk meningkatkan kemampuan perekonomiannya.

    Pompeo telah bertemu Kim Jong Un dua kali pada awal tahun ini, termasuk dalam upaya melepaskan tiga orang sandera dari Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.