Kapal Karam Akibat Badai di Bangladesh Tewaskan 50 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Badai ganas di sungai Buriganga, bagian utara ibukota Bangladesh, Dhaka, menenggelamkan kapal ferry MV Mitali dan menewaskan setidaknya 48 penumpangnya , Senin (21/4). Sementara itu, masih di Bangladesh, kapal ferry ML Majlishpur, mengalami nasib serupa di sungai Meghna. Kapal yang membawa sekitar 50 penumpang itu karam selama badai. Namun, sampai Selasa (22/4) baru ditemukan dua mayat. Pencarian korban kapal MV Mitali masih terus dilakukan sampai Selasa (22/4) pagi. "Kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," kata Staf Humas Brigade Pemadam Kebakaran, Selim Newaz Chowdhury. Seorang polisi di Fatullah, dekat Desa Narayanganj, mengatakan bahwa kapal itu terbalik dengan sekitar 200 hingga 300 penumpang di dalamnya. Kapal itu karam tak lama setelah meninggalkan Sadarghat, Dhaka, menuju pesisir Desa Patuakhali. Beberapa penumpang berenang dan ada diselamatkan, kata petugas kepolisian. Pada awalnya, pencarian korban yang diduga terjebak di dalam kapal terus dilakukan para petugas. Namun, kapal terjungkal dan kemudian mengambang. Menurut pejabat dinas pelayaran Dhaka, jumlah penumpang tewas hanya 30 orang. Namun, saksi mata dan polisi menyatakan bahwa peristiwa ini setidaknya merenggut nyawa 48 orang. Korban tewas kebanyakan anak-anak. Sementara itu, ratusan penumpang lain belum terlacak keberadaannya. "Tidak ada orang yang tahu persis, berapa jumlah penumpang dan berapa yang selamat," ujar Chowdhury. Petugas pemadam kebakaran, polisi dan warga setempat terus mencari sisa penumpang yang mungkin masih bertahan di bendungan sungai Buringanga, sekitar 20 kilometer dari Dhaka. Menurut keterangan saksi mata, sekitar tiga orang telah ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan hidup dalam kapal. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit di Desa Narayanganj, sebelah timur Dhaka. Chowdhury, mengatakan bahwa pencarian dilakukan selama hampir lima jam dalam keadaan hujan dan badai. Semua layanan darurat, termasuk tim penyelamat air bergegas menuju lokasi. Namun polisi mengatakan bahwa kondisi cuaca dan waktu yang semakin malam memperlambat misi penyelamatan itu. Di tempat lain masih di Bangladesh, kapal ferry, ML Majlishpur, mengalami nasib serupa di sungai Meghna. Kapal yang membawa sekitar 50 penumpang itu karam selama badai. Namun, sampai hari ini baru ditemukan dua mayat. Sementara mayat lainnya belum ditemukan. Awal bulan ini, sekitar 80 orang tewas di timur laut wilayah Chhatak ketika kapal boat besar terbalik. Setelah itu, pada 12 April di utara desa Kishoreganj kapal ferry mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 22 orang meninggal. Kecelakaan kapal ferry di negara berpenduduk 130 juta ini seringkali diakibatkan badai tropis yang melanda hampir tiap tahun. Selain badai tropis, beberapa pihak menyebutkan bahwa kecelakaan disebabkan juga karena muatan yang berlebihan. Perdana Menteri Khaleda Zia mengaku kaget dengan peristiwa ini. Ia memerintahkan untuk segera melakukan tindakan penyelamatan dan penyelidikan atas peristiwa itu. ap/afp/yandi mr-Tempo News room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.