Paus Fransiskus soal Bom Surabaya: Mohon Tuhan Hapus Kebencian

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Peringatan Minggu Palma ini selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah.  REUTERS/Tony Gentile

    Paus Fransiskus memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Peringatan Minggu Palma ini selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mendoakan keselamatan jiwa bagi korban bom di Surabaya saat memimpin Ibadah Ekaristi Minggu di Vatikan.

    Dalam khotbahnya pada Ahad, 13 Mei 2018, Paus Fransiskus meyakinkan umat terkasihnya di Indonesia, khususnya di Surabaya, bahwa dirinya akan selalu mendukung dan dekat dengan mereka yang menjadi korban ledakan bom di Surabaya. 

    Baca: Pelaku Bom di Surabaya Satu Keluarga, Begini Pembagian Tugasnya

    “Saya berada dekat dengan orang-orang tercinta di Indonesia, terutama kepada komunitas Kristen di Kota Surabaya, yang terpukul keras oleh serangan serius terhadap tempat-tempat ibadah,” kata Paus, seperti dilansir Vatican News pada 13 Mei 2018.

    Paus juga mengajak umat yang ikut dalam ibadah di lapangan Santo Petrus berdoa bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai.

    Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya menjadi sasaran ledakan bom pada hari Minggu pagi, 13 Mei 2018. [AP]

    Baca: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Surabaya

    "Bersama-sama kita memohon kepada Tuhan sumber segala kedamaian untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan ini dan menghapus kebencian dan kekerasan dalam hati setiap orang," ujar Bapa Suci bagi 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia ini.

    Tiga gereja di kota terbesar kedua di Indonesia dibom, yang mengakibatkan 13 orang tewas dan lebih dari empat puluh lain terluka. ISIS menyatakan bertanggung jawab atas ledakan bom itu. 

    Paus Fransiskus selalu hadir memberikan doa dan dukungan kepada umat Kristen minoritas di berbagai negara yang mengalami persekusi dan kekerasan.

    REUTERS | VATICAN NEWS | ABC NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.