Mahathir Mohamad: Saya Punya Cukup Bukti Najib Razak Korupsi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh oposisi sekaligus calon Perdana Menteri terpilih, Mahathir Mohamad, menggelar jumpa pers untuk menegaskan kemenangan koalisi Pakatan Harapan setelah Najib Razak, pelaksana tugas PM Malaysia, melakukan jumpa pers dengan menyebut tidak ada partai yang memenangkan mayoritas sederhana pada pemilu Malaysia 2018. Free Malaysia Today.

    Tokoh oposisi sekaligus calon Perdana Menteri terpilih, Mahathir Mohamad, menggelar jumpa pers untuk menegaskan kemenangan koalisi Pakatan Harapan setelah Najib Razak, pelaksana tugas PM Malaysia, melakukan jumpa pers dengan menyebut tidak ada partai yang memenangkan mayoritas sederhana pada pemilu Malaysia 2018. Free Malaysia Today.

    TEMPO.CO, JakartaMahathir Mohamad menegaskan punya cukup bukti Najib Razak melakukan tindak pidana korupsi dan ia akan membuka kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Perdana Menteri Najib Razak. Hal ini disampaikan Mahathir usai mengumumkan tiga menteri kabinetnya.

    Mahathir Mohamad juga memerintahkan Departemen Imigrasi untuk mencekal Najib Razak dan istrinya pergi ke luar negeri.

    "Itu benar. Saya yang mencegah agar dia dan istrinya tidak kabur," tegas Mahathir seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu 12 Mei 2018.

    Mahathir ingin membuka kembali kasus skandal korupsi Najib Razak di perusahaan milik negara, 1Malaysia Development Berhard (1MDB).

    Baca: Adik Kandung Najib Razak Gembira Mahathir Jadi PM Malaysia

    Mahathir Mohamad, menerima dokumentasi resmi dari Raja Malaysia Sultan Muhammad V (kanan) saat dia disumpah sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. Terpilih sebagai Perdana Menteri, Mahathir Mohamad akan menjadi perdana menteri tertua di dunia pada usia 92 tahun. (Rosli Awang/Bernama via AP)

    Baca: Pemilu Malaysia, 5 Hal yang Perlu Diketahui

    Menurut dakwaan jaksa, Najib mencuri uang negara lebih dari US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 64 triliun (kurs Rp 14.085) dan sebagian uang tersebut, diduga mengendap di rekening pribadi Najibm, seperti dilansir dari Aljazeera pada 9 Mei 2018.

    Skandal korupsi 1MDB membuat Mahathir Mohamad sekaligus mentor Najib, tampil kembali ke gelanggang politik. Dia sebelumnya pernah mundur dari Barisan Nasional, selanjutnya membentuk partai baru dan beraliansi dengan politikus lainnya yang pernah dipenjarakan selama memimpin Malaysia, termasuk bekas wakilnya yang sekarang menjadi pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.