Perempuan Palestina Dalam Demonstrasi di Gaza

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Palestina mengumpulkan batu yang akan diberikan kepada pria untuk melempari tentara Israel di balik pagar pembatas antara Jalur Gaza dan wilayah Israel. [Aljazeera]

    Perempuan Palestina mengumpulkan batu yang akan diberikan kepada pria untuk melempari tentara Israel di balik pagar pembatas antara Jalur Gaza dan wilayah Israel. [Aljazeera]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan Palestina ikut ambil bagian dalam demonstrasi tujuh pekan di Jalur Gaza untuk menuntut hak tanah mereka yang direbut Israel sejak 1948.

    Demosntrasi yang digelar pada 30 Maret sebagai bagian dari peringatan Hari Nakba atau bencana yang akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, seperti dikutip dari Aljazeera, 12 Mei 2018.

    Baca: Israel Usir Warga Palestina, Desanya untuk Latihan Perang

    Zahraa al-Najjar, wanita berusia 23 tahun yang ikut demonstrasi, ditembak di bagian kaki di hari pertama protes pada 30 Maret. Dia dirawat enam hari di rumah sakit sebelum kembali berunjuk rasa. [Aljazeera]

    70 tahun lalu, Israel memulai pembersihan etnis dan pengusiran lebih dari 750.000 warga Palestina dari kota dan desa mereka.

    Sejak demonstrasi digelar, Israel telah menewaskan 48 warga Palestina dan melukai 8.500 lebih dengan peluru karet, gas air mata, hingga peluru tajam.

    Mahasiswa kedokteran mendirikan sejumlah tenda di sepanjang perbatasan untuk merawat korban luka oleh tentara Israel. [Aljazeera]

    Perempuan pun ikut berperan di depan medan demonstrasi sebagai tim medis, juru masak di dapur umum, dan bahkan ikut beraksi di gugus depan.

    Baca: Israel Larang Imam Masjid Al Aqsa ke Tepi Barat

    Perempuan paruh baya memasak roti tradisional Arab, Taboon, untuk keluarga mereka dan demonstran lain. [Aljazeera]

    Sementara Pemerintah mesir membuka perbatasan Rafah selama empat hari mulai Jumat 11 mei 2018. Pembukaan ini diumumkan oleh Kedutaan Besar Palestina di Kairo. Pembukaan perbatasan Rafah untuk menangani krisis kemanusiaan dan bagi warga yang ingin mengungsi dari Jalur Gaza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.