Bertemu Kim Jong Un 12 Juni di Singapura, Trump: Perdamaian Dunia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, akan digelar pada 12 Juni di Singapura.

    Pengumuman resmi itu disampaikan Trump melalui cuitan di Twitter hanya beberapa jam setelah menyambut kedatangan tiga tahanan Amerika Serikat, yang baru dibebaskan Korea Utara.

    Baca: Akan Bertemu Trump, Kim Jong Un ke Cina Temui Xi Jinping?

    "Pertemuan yang sangat diantisipasi antara Kim Jong Un dan saya sendiri akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni. Kami berdua akan mencoba menjadikannya momen yang sangat istimewa untuk Perdamaian Dunia!" begitu bunyi cuitan Trump, Kamis, 10 Mei 2018.

    Presiden Cina, Xi Jinping berbincang dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dalam pertemuan di Dalian, Cina, 8 Mei 2018. Keduanya berbincang akrab dalam suasana yang hangat. KCNA/via REUTERS

    Baca: Presiden Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un di DMZ

    KTT ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara presiden Amerika dan pemimpin Korea Utara. Seperti dilansir New York Times, Singapura dianggap sebagai tempat yang paling netral untuk KTT bersejarah ini.

    Seingapura juga memiliki pelabuhan panggilan umum untuk kapal perang Amerika Serikat merapat secara berkala. Singapura memiliki pelabuhan internasional utama dan Angkatan Laut Amerika Serikat mengoperasikan markas logistik di negara kota itu.

    Untuk menentukan lokasi pertemuan, para pejabat Amerika Serikat juga harus mempertimbangkan tempat yang tidak terlalu jauh dari jangkauan Kim Jong Un karena pesawat di Korea Utara telah menua, yang berasal dari era Uni Soviet. Sebelumnya, Trump sempat menyebut Kim Jong Un sebagai pria terhormat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.