Jumat, 17 Agustus 2018

Prancis Kutuk Keputusan Trump Soal Pembatalan Nuklir dengan Iran

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) menemani Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melihat sejumlah parade dalam Hari Bastille di Champs Elysees, Paris, Prancis, 14 Juli 2017. Parade ini dimeriahkan oleh sejumlah aksi militer Perancis. AP Photo

    Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) menemani Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melihat sejumlah parade dalam Hari Bastille di Champs Elysees, Paris, Prancis, 14 Juli 2017. Parade ini dimeriahkan oleh sejumlah aksi militer Perancis. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan kesepakatan dengan Iran soal nuklir yang diteken di Wina, Austria, pada 2015.

    Dalam keterangannya kepada media, sebagaimana dikutip Dail Mail, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan, Trump telah membuat kesalahan dan Amerika Serikat tidak seharusnya menjadi polisi ekonomi dunia dengan cara menerapkan sanksi keuangan kepada Iran.

    Baca: Iran: Pembatalan Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Tak Diterima

    Tiga pemimpim Uni Eropa dari kiri ke kanan yaitu Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. PA

    Sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama rekannya dari Inggris dan Jerman menyesalkan keputusan Trump. Macron mengatakan, mereka memegang komitmen atas kesepakatan nuklir yang ditandatangani. "Kesepakatan yang kami teken didukung oleh Cina dan Rusia," ucapnya seperti dikutip Daily Mail.

    Sejumlah pejabat di Eropa akan melakukan sesuatu yang terbaik untuk melindungi kepentingan perusahaan yang melakukan pekerjaan di Iran. Mereka kemungkinan akan mendapatkan sanksi baru dari Amerika Serikat. "Pemerintahan Eropa akan melakukan sesuatu demi melindungi kepentingan perusahaanya di Iran," kata pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya.Anggota parlemen Iran bersorak saat membakar kertas bergambar bendera AS, di Teheran, Iran, 9 Mei 2018. AP Photo

    "Kesepakatan ini tidak mati. Amerika telah menarik kesepakatan, tetapi kesepakatan itu masih tetap ada," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian.

    Baca: Prancis Bilang, Program Nuklir Iran Harus Diawasi Internasional

    Presiden Prancis Macron bersama dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan jumpa pers bersama, Selasa, 8 Mei 2018. Ketiga pemimpin negara itu menegaskan kembali mengenai komitmennya terhadap kesepakatan nuklir bersama Iran dan mereka menyesalkan keputusan Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.