Israel Usir Warga Palestina, Desanya untuk Latihan Perang

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bukit Yordania di daerah pendudukan Tepi Barat. [kivafellows.wordpress.com]

    Bukit Yordania di daerah pendudukan Tepi Barat. [kivafellows.wordpress.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan Bersenjata Israel mengusir lima keluarga Palestina dari rumah mereka, Selasa, 8 Mei 2018, karena kawasan tempat tinggalnya digunakan latihan perang.

    "Lokasi tempat tinggal mereka di Bukit Yordania, di sebelah utara daerah pendudukan Tepi Barat, dipakai latihan tempur" kata Middle East Monitor.

    Baca: Hamas Palestina Tuding Israel Pelaku Ledakan di Gaza, 6 Tewas

    Pasukan Israel berada di Bukit Yordania selama berlatih perang. [Shadi Hatem/Apaimages]

    Seorang aktivis Aaref Daraghmeh mengatakan kepada kantor berita Ma'an, pasukan Israel menyerbu Tubas kawasan di Desa Khirbet Humsa Al-Fawqa, tempat warga Palestina tinggal di tenda.

    Daraghment menambahkan, pasukan Israel mengusir lima keluarga, mengirim mereka ke wilayah berjarak beberapa kilometer dari tempat tinggalnya di tenda karena digunakan untuk latihan perang.Sejumlah turis melihat instruktur melumpuhkan aksi teror saat mengikuti latihan militer di "Caliber 3 Israeli Counter Terror and Security Academy ", pemukiman Gush Etzion, Yerusalem, 13 Juli 2017. Sebagian besar dari mereka yang mendaftar adalah pengunjung Amerika, ada juga turis dari China, Jepang, India dan Amerika Selatan. REUTERS/Nir Elias

    Bukit Yordania terletak di Tepi Barat, 88 persen wilayahnya masuk kategori Area C yang berada sepenuhnya dalam penguasaan Israel.

    Baca: Israel Usir Aktivis Hak Asasi Manusia Amerika Serikat

    Sekitar 57 persen lahan di Bukit Yordania dinyatakan sebagai zona militer atau disebut juga dengan zona tembak di mana pasukan Israel secara rutin berlatih menggunakan amunisi tajam dan alat peledak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.