Sabtu, 18 Agustus 2018

Kemenlu Adakan Sepak Bola untuk Perdamaian

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Uni Papua Football Community atau UPFC akan menyelenggarakan acara 'Sepak bola untuk Perdamaian' pada 22 September 2018 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Uni Papua Football Community atau UPFC akan menyelenggarakan acara 'Sepak bola untuk Perdamaian' pada 22 September 2018 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Uni Papua Football Community atau UPFC akan menyelenggarakan acara 'Sepak bola untuk Perdamaian' pada 22 September 2018 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan. Kegiatan ini adalah bagian dari diplomasi Indonesia untuk mendorong perdamaian melalui olah raga.

    Baca: PSSI Siapkan Kesepakatan Kerja Sama untuk Perdamaian

    Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir, memberikan sambutan dalam acara pembukaan 'Sepak bola untuk Perdamaian'. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Menurut Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya dan pada tahun ini, pihaknya berharap akan lebih banyak pihak yang terlibat. Untuk itu, Kemenlu pun menggandeng beberapa kedutaan besar yang ada di Jakarta agar komunitas-komunitas mereka ikut berpartisipasi.

    "Program Ini bagian dari diplomasi Indonesia, sama seperti program angklung for peace yang kami lakukan di New York, Amerika Serikat. Kegiatan ini sejak awal dibentuk ditujukan untuk membina karakter anak-anak muda dan kami melihat sepak bola sarana paling mudah karena bisa dimainkan di jalanan sekali pun dan harus dimainkan bersama tim, tidak bisa main sendiri. Sama seperti angklung, kalo main sendiri tidak ada artinya, tetapi kalau disusun pakai nada, ada harmoninya," kata Fachri, Selasa, 8 Mei 2018 di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri.

    Baca: Kemenlu: Pasukan Perdamaian dari Indonesia Ditahan di Sudan 

    Sementara itu, Ketua UPFC, Harry Widjaja, mengatakan pihaknya mau bekerja sama dengan Kemenlu menyelenggarakan acara ini karena sepak bola bukan hanya memperkuat, tetapi memiliki dampak positif pada masyarakat. Riset AC Nielsen memperlihatkan sekitar 77 persen orang Indonesia menyukai sepak bola dan survei CSIS menunjukkan generasi millenial menggemari sepak bola.

    Acara 'Sepak bola untuk Perdamaian', rencananya akan diselenggarakan di empat provinsi, yakni Aceh, Bali, DKI Jakarta dan Manokwari di Papua Barat. Selain, pertandingan sepak bola antar komunitas, juga akan dibagikan bola untuk anak-anak pra-sejahtera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.