Rabu, 23 Mei 2018

Erdogan Kecam 300 Tokoh Prancis Soal Al-Quran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  berbicara usai melakukan salat jenazah dalam upacara pemakaman Sersan Musa Ozalkan yang gugur dalam tugas operasi militer

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara usai melakukan salat jenazah dalam upacara pemakaman Sersan Musa Ozalkan yang gugur dalam tugas operasi militer "Ranting Zaitun" yang berbasis di Afrin Suriah, di Ankara, Turki, 23 Januari 2018. AP Photo/Burhan Ozbilici

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat marah terhadap kelompok berisikan sekitar 300 tokoh terkenal Prancis karena kelompok itu dalam pernyataan terbaru menyebutkan Al-Quran berisikan ajaran anti-Yahudi dan anti-Kristen.

    Pada Selasa, 8 Mei 2018, Erdogan menggambarkan kelompok yang mencakup aktor Gerard Depardieu, penyanyi Charles Aznavour dan mantan Presiden Nicolas Sarkozy sebagai tercela.

    Baca: Erdogan Tolak Islam Moderat di Arab Saudi

    Erdogan menuduh mereka menyerang kitab suci yang sakral bagi umat Islam dan mengecam proposal kelompok itu yang dianggap menyarankan untuk menghapus beberapa ayat dari Al-Quran.

    Kelompok ini menandatangani manifesto yang diterbitkan di surat kabar Le Parisien pada 21 April. Pernyataan itu mendesak umat Islam untuk tidak mengikuti beberapa referensi dalam kitab suci agar tidak melakukan kejahatan.

    Baca: Presiden Erdogan Tolak Turki Menjadi Negara Islam

    Marah akan hal itu Erdogan menyebut kitab suci agama lain juga memiliki referensi yang kontroversial.

    "Jika mereka telah membacanya, mereka mungkin akan meminta Alkitab untuk dilarang tetapi mereka tidak memiliki perhatian seperti itu," kata Erdogan, seperti dilansir Fox News pada 8 Mei 2018.

    Baca: Paspamres Terancam Ditangkap, Erdogan Kecam Amerika Serikat 

    Kementerian Agama Turki dan Mesir sebelumnya telah terlebih dahulu mengecam pernyataan itu, dan mengatakan itu berarti menyerukan untuk menyunting Al-Qur'an. Manifesto itu juga telah memicu kemarahan dari Muslim Prancis, yang mengatakan agama mereka diadili secara tidak adil.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.