Donald Trump dan Kim Jung Un Disebut Setuju Bertemu di Singapura

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    TEMPO.CO, Jakarta -  KTT antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan besar akan berlangsung di Singapura pada pertengahan Juni ini.

    Baca: Korea Utara: Amerika Serikat Jangan Salah Artikan Niat Baik Kami

    Seorang sumber dari Korea Selatan mengatakan, Amerika Serikat dan Korea Utara sepakat untuk mengadakan pertemuan di Singapura karena dianggap paling netral dibandingkan tempat lainnya.

    Ada banyak spekulasi tentang lokasi KTT bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un. Sebelumnya, Trump menyatakan keinginan untuk bertemu di zona demiliterisasi atau DMZ antara Korea Utara dan Korea Selatan. Bersama dengan DMZ, Singapura menjadi kandidat terkuat menjadi tuan rumah KTT.

    Baca: 78 Persen Warga Korea Selatan Anggap Kim Jong Un Layak Dipercaya

    Pada akhir pekan lalu, Trump juga menyatakan tempat dan waktu pertemuan telah ditetapkan, tetapi tidak menjelaskan rinciannya.

    “Ini akan segera terjadi. Saya punya tanggalnya. Saya punya lokasinya. Itu semua sudah disetujui,” kata Trump, seperti dilansir Asia Correspondet pada 7 Mei 2018.

    Sumber dari Korea Selatan mengatakan tanggal pasti pertemuan Trump dan Kim Jong Un ditetapkan pada minggu ketiga bulan Juni. Itu guna menghindari jadwal Trump berbentrokan dengan KTT G7 di Kanada pada 8 dan 9 Juni.

    Baca: Jika Tak Bermanfaat, Trump Batal Bertemu Kim Jong Un

    KTT ini akan menjadi yang pertama kali mempertemukan presiden Amerika Serikat dengan pemimpin Korea Utara.

    Selain Singapura dan DMZ, para analis berspekulasi tempat pertemuan Trump dan Kim juga bisa di Mongolia, negara yang bisa dilalui pemimpin Korea Utara hanya dengan kereta antipelurunya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.