Rabu, 23 Mei 2018

PNS Uni Emirat Arab Dapat Bonus Gaji Menjelang Ramadan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil berhenti di jalan guna melakukan salat di pinggir jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. metro.co.uk

    Pengendara mobil berhenti di jalan guna melakukan salat di pinggir jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. metro.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pegawai Negeri Sipil Uni Emirat Arab, UEA, tengah bersukacita setelah dipastikan akan mendapat bonus gaji menjelang Ramadan.

    Pada Sabtu, 5 Mei 2018, Pemimpin UEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan memerintahkan gaji sebulan untuk dibayarkan sebagai bonus untuk PNS aktif dan pensiunan pegawai pemerintah. Bonus itu untuk menandai 100 tahun kelahiran Pendiri Negara, Sheikh Zayed pada 6 Mei.

    Baca: Pemerintah Uni Emirat Arab Gelar Diskon Ramadan 90 Persen

    Sekitar 1,6 milyar dirham atau Rp 6,1 triliun telah dialokasikan untuk bonus PNS, Beberapa PNS menggambarkan langkah itu sebagai berkah Ramadan. 

    "Pengumuman itu membuat saya bahagia, terutama ketika datang sebelum Ramadan," kata Mona Hajaj, seorang sekretaris eksekutif di UAE Space Agency.

    Pria berusia 42 tahun itu sedang menonton film bersama anak-anaknya ketika teleponnya mulai berbunyi tanpa henti.

    Baca: Abu Dhabi Beri Sanksi Pengendara yang Salat di Tepi Jalan Raya

    "Semua kelompok mengirim pesan WhatsApp seperti orang gila," katanya, seperti dilansir The National pada 7 Mei 2018.

    Salem Al Shehhi, seorang anggota Dewan Nasional Federal yang mewakili Ras Al Khaimah, mengatakan ulang tahun ke 100 Sheikh Zayed sangat penting karena warisan Sheikh Zayed telah menanamkan kebahagiaan dan kasih sayang di seluruh bangsa.

    Anggota FNC Dubai Azza bin Suleiman mengatakan langkah itu menunjukkan berkah pendiri Uni Emirat Arab itu terus berlanjut. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.