Kemenlu Efektifkan Penanganan Kasus TKI lewat Pelatihan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatihan bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di Luar Negeri, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 6 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Pelatihan bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di Luar Negeri, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 6 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri pada Minggu, 6 Mei 2018, menyelenggarakan pelatihan 'bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di luar negeri' kepada para aparatur negara di Bandung, Jawa Barat. Pelatihan ini terkait undang-undang No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia, supaya terjadi efektifitas dalam penanganan kasus-kasus TKI.

    Baca: Kemenlu Ungkap Kasus Perdagangan Manusia di Perikanan Afrika

    Judha Nugraha, Kepala sub direktorat kelembagaan dan diplomasi perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, sedang memberikan pemaparan dalam acara pelatihan bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di luar negeri, Bandung, Jawa Barat, Minggu 6 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Menurut Fachri Sulaiman, Pejabat Fungsional Ahli Madya, ini adalah pelatihan kedua kalinya setelah pelatihan pertama pada 2017 diselenggarakan diwilayah Lombok, Semarang, Medan, Manado dan wilayah Indonesia timur.

    Dalam pelatihan yang digelar hingga 10 Mei 2018, sebanyak 60 peserta akan dilatih terkait langkah-langkah mengatasi permasalahan TKI. Dengan begitu, para aparatur negara yang berada di garda depan ini sudah tahu apa yang harus dilakukan saat muncul kasus TKI yang menghadapi permasalahan hingga biaya yang diperlukan.

    "Ini bukan jualan dan bukan seminar, ini pelatihan kepada para aparatur negara yang kami berikan berdasarkan permintaan dan hasil survei PWNI atas kondisi suatu daerah sehingga diharapkan penanganan kasus menjadi berkurang," kata Fachri kepada Tempo, Minggu, 6 Mei 2018.

    Baca: Kemenlu: Masalah TKI Ada di Hulu, Bukan di Hilir

    Agar pelatihan bisa optimal, maka model pengajaran dibuat interaktif. Para peserta dibuat dalam kelompok untuk bersama-sama memecahkan contoh kasus. Ada pula quiz agar suasana lebih cair dan tidak mengantuk.

    "Kami ingin setiap pemerintah daerah mengetahui setiap ada warganya yang keluar negeri untuk menjadi pekerja migran supaya gampang saat pengecekan data. Dalam pelatihan ini, kami ingin berbagi bagaimana mengefektifkan cara penyelesaian kasus-kasus TKI," kata Fachri.

    Sepanjang 2017, total sudah 288 aparatur negara yang mendapat pelatihan 'bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di luar negeri'. Pada 2018 ini, setelah Jawa Barat, Kementerian Luar Negeri akan bergerak ke Kalimantan Barat untuk memberikan pelatihan serupa demi menekan angka penanganan kasus TKI di daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.