Ini Total Gaji TKI Parinah yang Harus Dibayar Majikan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kerja wanita Parinah berdiri di depan kantor Kedubes RI di London, Inggris, Jumat, 6 April 2018. Twitter KBRI London

    Tenaga kerja wanita Parinah berdiri di depan kantor Kedubes RI di London, Inggris, Jumat, 6 April 2018. Twitter KBRI London

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Brighton, Sussex, Inggris dan KBRI London serta otoritas terkait lainnya, berupaya menegakkan keadilan bagi Parinah binti Dulah Iksan, TKI asal Banyumas, yang sekap majikan hingga tak bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya selama 18 tahun. Selama itu pula, Parinah diketahui  sering ‘dipinjamkan’ pada anggota keluarga yang lain dan gajinya ditahan oleh majikan.

    Baca: TKI Parinah yang Hilang 18 Tahun di Inggris Akhirnya Pulang 

    Parinah (kiri), memeluk anak pertamanya Sunarti, ketika pulang ke rumah anak pertamanya di Desa Nusawungu, Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah, 12 April 2018. Ia sempat tidak diketahui kabarnya selama 18 tahun saat bekerja sebagai TKW. ANTARA/Idhad Zakaria

    Gulfan Afero, pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London kepada Tempo pada Sabtu 5 Mei 2018 mengatakan, jika mengikuti standar minimal gaji di Inggris untuk asisten rumah tangga menurut pihak Kepolisian, maka jumlah gaji Parinah yang belum dibayar selama bekerja 18 tahun di Inggris sekitar 200.000 poundsterling atau setara Rp.3.7 miliar.   

    Baca: Kemenlu Menemukan TKI Parinah di Inggris Lewat Suratnya 

    Parinah bekerja pada majikan yang sama saat dia bekerja di Arab Saudi, sebagai asisten rumah tangga. Pada 2001 saat majikannya pindah ke Inggris, Parinah pun mengikuti majikannya pindah. Sayang, sejak tinggal di Inggris, komunikasi Parinah dengan keluarga terputus.  

    Jejak Parinah akhirnya terendus, setelah dia nekad mengirimkan surat pada keluarganya meminta pertolongan. Berdasarkan pengaduan keluarga Parinah, Kementerian Luar Negeri lalu memerintahkan KBRI London untuk mengusut dan mengambil tindakan lanjut.    

    Pada Selasa, 10 April 2018, Parinah dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta pada Rabu, 11 April 2018. Saat hendak pulang ke Indonesia, Parinah sempat mengungkapkan kesedihannya yang nelangsa karena pulang ke Indonesia tidak membawa uang hasil kerjanya selama puluhan tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.