Eksklusif -- Pejabat Korea Utara: Kim Jong Un Menyusun Deklarasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, tertawa bersama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat acara makan malam di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara. Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, tertawa bersama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat acara makan malam di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara. Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta – Pejabat Kedutaan Besar Korea Utara di Jakarta, Indonesia, memuji pemimpin tertinggi Kim Jong Un dan mengatakan semangat unifikasi dengan Korea Selatan sedang bergelora.

    Ini terjadi pasca “Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea”, yang dilakukan pemimpin kedua negara.

    Baca: Jokowi: Indonesia Siap Jadi Mediator Pertemuan Trump-Kim Jong Un

    “Deklarasi itu disiapkan sepenuhnya oleh Ketua Kim Jong Un dengan cinta yang kuat kepada bangsa dan determinasi yang berani dan besar,” kata pejabat yang enggan diungkap identitasnya kepada Tempo lewat aplikasi WhatsApp, Jumat, 4 Mei 2018.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    Seperti diberitakan Reuters dan Korea Herald, Kim dan Moon menandatangani Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea.

     Baca: Presiden Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un di DMZ

    Deklarasi ini berisi kesepakatan berakhirnya Perang Korea, yang sempat berhenti dengan gencatan senjata pada 1953 namun belum pernah dinyatakan berakhir secara resmi.

    Deklarasi ini juga menyatakan kesediaan Korea Utara untuk melucuti semua program senjata pemusnah massal nuklir lewat mekanisme denuklirisasi. Keduanya juga bersepakat meningkatkan kerja sama ekonomi dan budaya serta mempertemukan keluarga Korea yang terpisah akibat permusuhan kedua negara.

    Pejabat ini melanjutkan kedua negara akan aktif untuk meningkatkan dan mengembangkan hubungan kedua Korea. “Kita mendapat dukungan yang antusias soal ini,” kata dia sambil menambahkan Kim Jong Un sedang mengkaji isu antara Korea Utara dan Amerika Serikat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.