Amerika Serikat Bekukan Dana Bantuan Helm Putih di Suriah?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Suriah berada di gedung yang rusak akibat perang di kota Douma, Suriah, 16 April 2018. AP

    Warga Suriah berada di gedung yang rusak akibat perang di kota Douma, Suriah, 16 April 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengevaluasi dukungannya kepada kelompok Helm Putih di Suriah. Situs RT.com pada Jumat, 4 Mei 2018, melaporkan kelompok ini belum menerima kucuran dana dari Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok militan penuh kontroversial di Suriah itu, belum menerima konfirmasi resmi apakah bantuan keuangan dari Washington telah benar-benar dihentikan.

    Baca: Tujuh Relawan White Helmets Tewas Ditembak di Suriah 

    Relawan yang mengenakan helm putih di Suriah , berhasil meneriman penghargaan Nobel Perdamaian. aljazeera.com

    Baca: Balas Assad, Konvoi Pengungsi Syiah Suriah Dibom, Ratusan Tewas

    Menanggapi hal ini, sejumlah pejabat tinggi dunia pun memberikan komentar melalui akun media sosial. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, mengatakan tak percaya jika kelompok Helm Putih belum menerima dana bantuan dan pihaknya pun berjanji memperbaiki kondisi ini segera. Power menyebut, kelompok Helm Putih adalah para relawan, yang secara heroik menyelamatkan ribuan nyawa. 

    Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia, Michael McFaul, juga angkat bicara. Melalui akun twitter dia mengatakan telah pernah mendonasikan sejumlah uang untuk kelompok Helm Putih dan akan melakukannya lagi. 

    Namun pandangan berbeda disampaikan oleh penulis politik Timur Tengah dan komentator, Marwa Osman. Dia menilai kelompok Helm Putih adalah adalah teroris gembong al-Qaeda. 

    Laporan Helm Putih tak mendapat lagi dana bantuan dari Amerika Serikat terjadi setelah penduduk kota Douma bersaksi di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atau OPCW di Den Haag. Sidang ini dituding sebagai pembenaran atas serangan rudal pada 14 April 2018 yang dilancarkan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ke Suriah. 

    Dalam sebuah konferensi pers setelah sidang digelar, staf rumah sakit dan Hassan Diab, 11 tahun, mengungkap tidak ada tanda-tanda serangan senjata kimia pada 7 April 2018 di kota Douma, Suriah dan video yang direkam oleh kelompok Helm Putih, hanyalah anak-anak yang diminta berakting.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?