Penghargaan Nobel Sastra 2018 Resmi Ditunda, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Tunisia (UGTT), Houcine Abassi memberikan sambutan di upacara penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, 10 Desember 2015. Kelompok Kuartet Dialog Nasional Tunisia berhasil meraih Nobel Perdamaian atas prestasi mereka mendorong dialog politik dan demokrasi di Tunisia usai revolusi melati 2011. REUTERS/Cornelius Poppe/NTB scanpix

    Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Tunisia (UGTT), Houcine Abassi memberikan sambutan di upacara penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, 10 Desember 2015. Kelompok Kuartet Dialog Nasional Tunisia berhasil meraih Nobel Perdamaian atas prestasi mereka mendorong dialog politik dan demokrasi di Tunisia usai revolusi melati 2011. REUTERS/Cornelius Poppe/NTB scanpix

    TEMPO.CO, Jakarta - Penghargaan Nobel bidang sastra telah ditunda menyusul mencuatnya dugaan skandal seks dan keuangan yang menyelimuti Swedish Academy, yaitu sebuah institusi budaya yang bertanggung jawab memberikan penghargaan ini. Penghargaan Nobel adalah penghargaan paling bergengsi dan  Swedish academy merupakan institusi paling dihormati di dunia.      

    Baca: Trump Layak Dapat Nobel Perdamaian, Kata Politikus Amerika

    (kiri-kanan) Pemenang hadiah Nobel Perdamaian 2015 dari Kelompok Kuartet Dialog Nasional Tunisia, Houcine Abassi, Mohamed Fadhel Mahfoudh, Abdessattar Ben Moussa dan Wided Bouchamaoui saat upacara penghargaan di Oslo, Norwegia 10 Desember 2015. REUTERS/Cornelius Poppe/NTB scanpix 

    Seperti dikutip dari CNN.com pada Jumat, 4 Mei 2018, Swedish Academy dalam keterangannya mengatakan keputusan untuk menunda pengumuman penghargaan Nobel bidang sastra ini tidak berpengaruh pada penghargaan Nobel bidang lainnya yang telah diberikan secara terpisah. Dengan penundaan ini, maka pengumuman penghargaan Nobel bidang sastra akan diumumkan pada 2019. 

    “Kami menilai penting melakukan penundaan demi memperbaiki kepercayaan publik terhadap Swedish Academy sebelum pemenang penghargaan berikutnya diumumkan,” kata Anders Olsson, Sekertaris Permanen Swedish Academy, Jumat, 04 Mei 2018. 

    Krisis di Swedish Academy berputar pada tuduhan terhadap Jean-Claude Arnault, tokoh panutan bidang budaya dan suami Katarina Frostenson. Frostenson merupakan anggota Swedish Academy dan telah mengundurkan diri menyusul merebaknya skandal dugaan seks dan keuangan. Sedangkan Arnault sedang menghadapi beberapa tuduhan pemerkosaan dan pelecehan. 

    Arnault terlihat sering menghadiri acara-acara Swedish Academy. Salah satu tuduhan yang sedang mengarah padanya adalah dia menyentuh dengan senonoh Putri Mahkota Swedia, Victoria, dalam sebuah acara Swedish Academy lebih dari 10 tahun lalu. Pengacara Arnault, Bjorn Hurtig, mengatakan kliennya menyangkal seluruh tuduhan yang diarahkan padanya.

    Baca: Nobel Sastra Terancam Batal Tahun Ini, Ada Apa? 

    Dalam beberapa pekan terakhir, enam anggota Swedish Academy telah mengundurkan diri dari jabatan mereka. Sejumlah laporan menyebut pengunduran diri itu sebagai bentuk protes atas cara Swedish Academy menangani krisis ini. Secara tradisional, setiap anggota Swedish Academy harus mendapat persetujuan dari Raja dan memegang jabatan mereka seumur hidup. 

    Penundaan pengumuman penghargaan Nobel bidang sastra terakhir kali ditunda pada 1943 atau saat meletupnya perang dunia II. Selain diselimuti dugaan skandal seks, Swedish Academy juga menghadapi kritik karena melanggar aturan konflik kepentingan dengan menyediakan pendanaan bagi Forum Kulturplats, yakni sebuah pusat budaya yang dijalankan oleh Arnault and Frostenson.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.