Badai Debu dan Hujan Landa India, 127 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana awal badai debu dan hujan yang melanda sejumlah kawasan di India, Rabu, 2 Mei 2018. Hindustan Times

    Suasana awal badai debu dan hujan yang melanda sejumlah kawasan di India, Rabu, 2 Mei 2018. Hindustan Times

    TEMPO.CO, New Delhi - Badai debu dan hujan dahsyat menerjang sejumlah wilayah di India. Peristiwa ini menewaskan setidaknya 127 orang dan meninggalkan jejak kehancuran dalam 24 jam pada Rabu, 2 Mei 2018. Badai yang membawa air hujan dan debu tersebut menimbulkan kerusakan di banyak wilayah.

    Dampak badai terparah terlihat di Uttar Pradesh dan Rajasthan dengan total korban 112 orang. Sebanyak 73 orang tewas di Uttar Pradesh, dengan 46 orang tewas di Distrik Agra.

    Baca: Selain Jepang, Badai Besar Juga Hantam India

    “Rumah batu roboh seperti tumpukan kertas. Pohon dan lampu jalan juga roboh. Kami membawa para korban menggunakan sepeda motor ke rumah sakit,” kata Narendra Sharma, petugas polisi di Distrik Agra, seperti dilansir Times of India, Jumat, 4 Mei 2018.

    Sejumlah penduduk sedang menebang pohon yang roboh seusai badai besar yang melanda sejumlah wilayah di India pada Rabu malam, 2 Mei 2018. Reuters

    Badai ini diwarnai hujan deras selama tiga jam dan dibarengi embusan angin kencang di berbagai wilayah. Cakupan luas kerusakan baru diketahui pada Kamis, 3 Mei 2018. Media Hindustan Times melansir kekuatan angin mencapai 130 kilometer per jam.

    Baca: Gelombang Panas di India, 1.826 Orang Tewas

    Sebanyak 12.700 tiang listrik roboh dan 1.523 transformer rusak di tiga distrik. Sebanyak 50 ribu pohon diperkirakan rusak hingga tumbang.

    Kuldeep Srivastava, seorang petugas senior di Badan Meteorologi India, mengatakan ada tiga faktor yang menyebabkan kencangnya embusan angin badai debu dan hujan ini. Pertama, embusan angin siklon, yang dipicu gangguan atmosfer di wilayah barat. Lalu tingginya uap air yang dibawa oleh angin dari wilayah timur. Faktor ketiga temperatur tinggi yang tidak biasa dan mencapai 45 derajat Celsius.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?