Ketua MILF Filipina: Kami Tidak Seperti yang Disangkakan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murad Ebrahim, Kepala Moro Islamic Liberation Front. Sumber: Istimewa

    Murad Ebrahim, Kepala Moro Islamic Liberation Front. Sumber: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Moro Islamic Liberation Front, Filipina atau MILF menyatakan perang terhadap Abu Sayyaf dan Bangsamoro Islamic Freedom Fighter atau BIFF, dua kelompok radikal yang bercokol di Filipina selatan. Abu Sayyaf dikenal sebagai kelompok radikal yang suka melakukan penculikan warga asing dengan uang tebusan dan penyerangan. 

    “Kami memerangi Abu Sayyaf karena mereka tidak lagi melakukan aktivitas Islam, begitu pula dengan BIFF,” kata Murad Ebrahim, Ketua MILF, Kamis, 3 Mei 2018.

    Baca: Filipina dan Muslim Moro Resmi Berdamai   

    Sebuah akun Abu Sayyaf di Facebook, bernama Striking Group, memposting foto empat pekerja konstruksi dari Kota Zamboanga yang ditawan. inquirer.net 

    Murad mengatakan BIFF merupakan kelompok yang tidak begitu besar tetapi dikenal lebih radikal karena mereka tidak percaya dam tidak mau melakukan proses damai. Walhasil, kelompok BIFF tidak pernah terlibat dalam negosiasi perdamaian.

    Baca: Filipina Teken Gencatan Senjata dengan MILF 

    Berkaca pada fakta ini, Ebrahim menyatakan MILF tidak sama dengan dua kelompok radikal tersebut. MILF terhitung sejak 1997 telah membicarakan masalah perdamaian dengan pemerintah Filipina dan pada 2014, MILF menandatangani kesepakatan bernama comprehensive agreement dengan pemerintah Filipina

    Sekarang ini sebuah rancangan undang-undang atau RUU terkait penerapan kesepakatan tersebut sedang digodok di parlemen, baik di tingkat majelis rendah maupun majelis tinggi. Diharapkan pada Juni 2018, RUU itu sudah bisa disahkan oleh parlemen, terlebih Presiden Rodrigo Duterte sangat mendukung proses perdamaian ini. 

    “Kami tidak seperti banyak pihak sangkakan bahwa kami ini radikal. Kami mau bernegosiasi dengan pemerintah Filipina dan bekerja sama dengan sejumlah agen, termasuk PBB dan NGO Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Jadi kami tidak sepenuhnya radikal. Kami pun percaya prinsip wasatiyyat Islam,” kata Ebrahim, Kamis, 3 Mei 2018 di Bogor, Jawa Barat.    

    Ebrahim berharap, langkah damai yang dilakukan pihaknya dengan pemerintah pusat Filipina bisa diikuti kedua kelompok garis keras tersebut meskipun tidak secara instan.

    MILF adalah sebuah kelompok yang bercokol di Kepulauan Mindanau, Filipina selatan. Kelompok ini menuntut otonomi dari pemerintah pusat Filipina.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.