Pesawat Canggih Sukhoi Su-30 Jatuh di Laut Suriah, 2 Awak Tewas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur multirole Su-30 telah dimiliki oleh bebrapa negara di luar Rusia, antara lain Cina, Indonesia, Vitenam, Malaysia, dan India. Su-30 telah teruji dalam konflik di Suriah yang masih berlangsung hingga sekarang. AFP/Dimitry Kostyukov

    Pesawat tempur multirole Su-30 telah dimiliki oleh bebrapa negara di luar Rusia, antara lain Cina, Indonesia, Vitenam, Malaysia, dan India. Su-30 telah teruji dalam konflik di Suriah yang masih berlangsung hingga sekarang. AFP/Dimitry Kostyukov

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat tempur multi-peran, Sukhoi Su-30, jatuh di perairan Suriah sesaat setelah lepas landas pada Kamis pagi dan menewaskan dua awaknya. Demikian seperti dikutip Reuters, Kamis, 3 Mei 2018.

    Pesawat Sukhoi Su-30 dengan dua kursi ini lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeymim di Provinsi Latakia, Suriah.

    "Menurut laporan di lokasi, penyebab kecelakaan diduga karena burung yang masuk ke ruang mesin," ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

    Baca: Pesawat Penumpang Rusia Jatuh di Suriah, 39 Orang Tewas

    Pesawat tempur Su-30 Rusia mendarat di Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah, 2015. Setahun yang lalu, Rusia mulai melibatkan diri dalam konflik di Suriah. sputniknews.com/Ministry of Defence of the Russian Federeation

    Baca: Pesawat Militer Aljazair Jatuh, Sedikitnya 257 Orang Tewas

    Pesawat ini adalah salah satu alat utama sistem pertahanan Rusia yang ikut dalam operasi militer di Suriah sejak 2012. Sukhoi Su-30 digunakan untuk serangan udara ke darat, menargetkan posisi pemberontak anti-Assad, serta mengawal pesawat tempur lain dan pengeboman strategis.

    Rusia mengirim lebih dari 50 unit pesawat tempur dan helikopter yang beroperasi di Suriah untuk mendukung operasi pasukan darat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.