Umat Islam Italia, Jalani Hidup Islami Tanpa Fanatik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ketua Komunitas Pemeluk Islam Italia, sedang berbagi cerita Islam di Italia, 2 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ketua Komunitas Pemeluk Islam Italia, sedang berbagi cerita Islam di Italia, 2 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Islam masih menjadi kelompok minoritas di Italia. Pada 2017, diperkirakan ada sekitar 1.5 juta populasi umat Islam dari total 59 juta jiwa populasi Italia. Umumnya pemeluk Islam di Italia keturunan negara-negara Afrika.   

    Kendati merupakan kelompok minoritas, Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ketua Komunitas Islam Italia, mengatakan Islam telah hadir diberbagai sektor kehidupan masyarakat Italia menyusul upaya masyarakat muslim di negara itu, yang menghadirkan Islam di Italia tanpa harus bersikap fanatik.

    Baca: Ribuan Muslim Protes Penutupan Masjid di Roma, Italia     

    Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ketua Komunitas Pemeluk Islam Italia, sedang berbagi cerita Islam di Italia, 2 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Sementara itu terkait tingginya Islamphobia di Eropa, Pallavicini tidak menampik sekarang ini telah muncul fobia agama yang merupakan topeng pengabaian agama. Mereka yang mengalami fobia agama mencoba menciptakan masyarakat yang tidak tersangkut hatinya kepada Allah dan keinginan menghapus agama dalam masyarakat untuk digantikan masyarakat yang egosentris dan individualistik.    

    Baca: Sentimen Anti-Islam Melonjak di 10 Negara di Eropa 

    “Setiap orang yang menyerang suatu agama, sama dengan menyerang setiap lapisan masyarakat. Untuk mengurangi Islamphobia, harus ada sharing lintas dimensi untuk membantu menemukan identitas dan mengkaitkan dari tradisi ke modernitas,” kata Pallavicini, disela-sela forum 'high level consultation of world muslim scholars on wasatyyat Islam', Rabu, 2 Mei 2018. 

    Hidup sebagai minoritas di Italia, membuat Pallavicini ‘iri’ dengan Indonesia. Dia menilai pengajaran agama Islam di Indonesia sangat berkembang. Hal ini sangat mengejutkan mengingat 80 persen umat Islam di Indonesia bukan berdarah Arab, dimana Islamidentik dengan negara-negara Timur Tengah.       

    Berkaca pada hal ini, Pallavicini pun ingin menjadikan kondisi Indonesia sebagai contoh bagi masyarakat Italia. Indonesia yang terdiri dari beragam suku-bahasa, nyatanya bisa hidup dalam harmoni sehingga menginspirasi negara lain.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.