200 Orang Ditahan dalam Peringatan Hari Buruh di Prancis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis dan buruh terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian saat menggelar perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2018 di Paris, Prancis, 1 Mei 2018. (AP Photo/Francois Mori)

    Sejumlah aktivis dan buruh terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian saat menggelar perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2018 di Paris, Prancis, 1 Mei 2018. (AP Photo/Francois Mori)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 200 orang ditahan kepolisian Paris dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day di Prancis. Dalam peringatan Hari Buruh kali ini, massa memprotes kebijakan reformasi ekonomi Presiden Emmanuel Macron yang dianggap tidak berpihak kepada buruh Prancis.

    Untuk membubarkan massa, polisi menggunakan meriam air dan gas air mata dan menahan ratusan orang, sementara empat orang dilaporkan terluka dalam bentrokan ini.

    "Saya mengecam kekerasan yang terjadi hari ini dan menodai momentum May Day," kicau Macron melalui Twitternya saat melakukan kunjungan ke Australia, seperti yang dikutip dari Reuters, 2 Mei 2018.

    Baca: Tonggak Hari Buruh Berawal di Haymarket, Chicago 132 Tahun Silam

    Otoritas setempat mengatakan sekitar 1.200 pengunjuk rasa dari kelompok anarkis sayap kiri mulai merusak jendela gedung perkantoran di Paris. Total peserta aksi yang berpawai di kota Paris berjumlah 55.000 dan dijaga sekitar 20.000 personel kepolisian.

    Penumpang melintasi rel kereta api pada jam sibuk di stasiun kereta Gare de Lyon, saat karyawan kereta melakukan aksi mogok massal, di Paris, 3 April 2018. Aksi mogok pekerja kereta di Prancis mengganggu kelancaran perjalanan kereta di Eropa terutama untuk rute perjalanan dari Prancis ke Inggris dan Brussels yang dilayani kereta Eurostar. REUTERS

    Baca: Melawan Kebijakan Pemerintah, Pekerja Kereta Api Prancis Mogok

    Kebijakan reformasi Macron memicu protes serikat pekerja Prancis. Agenda reformasi ketenagakerjaan Macron seperti melonggarkan aturan masuknya tenaga kerja asing ke Prancis dan aturan PHK oleh perusahaan, yang dinilai serikat pekerja mengurangi perlindungan tenaga kerja. Sebelumnya aksi mogok pekerja kereta api digelar menentang reformasi ketenagakerjaan Macron yang berdampak pada lumpuhnya transportasi kereta Prancis. Macron sendiri menegaskan tidak akan membatalkan kebijakan reformasi ekonominya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.