Mohammed bin Salman Desak Palestina Terima Tawaran Trump atau...

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berbicara dengan seorang pangeran Saudi di Riyadh, Arab Saudi, 2012. Ia berusaha mendorong sejumlah reformasi sosial dengan dukungan dari ayahnya, Raja Salman. AP

    Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berbicara dengan seorang pangeran Saudi di Riyadh, Arab Saudi, 2012. Ia berusaha mendorong sejumlah reformasi sosial dengan dukungan dari ayahnya, Raja Salman. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra mahkota Kerajaan Saudi, Mohammed bin Salman menyebut Palestina harus menerima tawaran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atau diam sama sekali.

    Pernyataan ini dikutip dari Aljazeera pada 30 April 2018, yang melansir media Israel bahwa Mohammed bin Salman menyebut pemimpin Palestina harus menerima tawaran yang diajukan presiden Trump jika ingin perdamaian terwujud.

    Pangeran Mohammed bin Salman dan PM Isreal Netanyahu. REUTERS

    Pernyataan pangeran bin Salman dilontarkan saat pertemuan tertutup dengan kepala organisasi Yahudi Amerika Serikat di New York bulan lalu. Salman mengkritik Presiden Mahmoud Abbas yang menghiraukan kesempatan dan menolak syarat yang diajukan untuk mencapai kesepakatan damai antara Palestina-Israel.

    "Ini waktunya Palestina menerima proposal dan setuju untuk berunding atau diam sama sekali dan berhenti mengeluh," tegas Salman.

    Pernyataan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel Desember tahun lalu, mengundang reaksi keras dan kritik dunia.

    Baca: Trump Umumkan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

    Pemimpin Palestina menganggap Israel telah mencaplok Yerusalem Timur dengan agresi militer pada 1967 untuk dijadikan ibukota masa depan Israel.

    Bin Salman dilaporkan mendesak Abbas untuk menerima kerangka perdamaian yang diajukan AS setelah Trump mengakui Yerusalem ibukota Israel. Namun pemerintah Palestina memboikot Gedung Putih dan menolak segala perundingan yang diajukan AS.

    Baca: Palestina: Pengakuan Trump Atas Yerusalem Tak Bisa Diterima

    Suasana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, AS, 14 Maret 2017. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden AS Mike Pence, menantu merangkap penasihat senior Trump, Jared Kushner, kepala staf Gedung Putih Reince Priebus serta pengarah strategis Steve Bannon. REUTERS/Kevin Lamarque

    Mohammed bin Salman dan menantu Trump, Jared Kushner, dikabarkan memiliki hubungan baik. Kushner sendiri ditunjuk Trump untuk memimpin tim pengawas negosiasi Palestina-Israel. Menurut anak kesayangan raja Arab Saudi ini, negosiasi perdamaian Israel-Palestina akan berdampak baik bagi hubungan negara-negara Arab dengan Israel. Pemerintah Arab Saudi sendiri belum memberikan tanggapan terkait pernyataan pewaris tahta kerajaan Saudi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.