ISIS Bertanggung Jawab atas Bom di Afganistan Tewaskan 9 Jurnalis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Afganistan mendapatkan serangan mematikan berkali-kali dalam beberapa hari ini menjelang pemilihan Dewan Distrik yang akan digelar pada 20 Oktober 2018. AP/Rahmat Gul

    Pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Afganistan mendapatkan serangan mematikan berkali-kali dalam beberapa hari ini menjelang pemilihan Dewan Distrik yang akan digelar pada 20 Oktober 2018. AP/Rahmat Gul

    TEMPO.CO, Jakarta - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang terjadi di Kabul, ibukota Afganistan hari ini, 30 April 2018 yang menewaskan sedikitnya 29 orang termasuk 9 jurnalis dan sedikitnya 49 orang terluka. 

    Baca: Ledakan Bom Kembar di Afganistan, Sedikitnya 21 Orang Tewas

    Bom bunuh diri terjadi sebanyak dua kali. Pertama, pelaku meledakkan bom di dekat markas Badan Intelijen Afghanistan. Bom kedua meledak 20 menit kemudian di lokasi yang sama saat petugas medis dan jurnalis meliput lokasi ledakan bom bunuh diri. Sembilan jurnalis tewas dalam dua ledakan tersebut. isisISIS

    Baca: Saksi Mata Ceritakan Sadisnya Bom Mobil Taliban di Afganistan

    Sembilan jurnalis yang tewas bekerja untuk  kantor berita AFP, Afghanistan 1TV, dan Azadi Radio,

    Associated Press melaporkan, pada jam 1.10 siang, beberapa jam setelah bom bunuh diri terjadi, kelompok militan afiliasi ISIS di Provinsi Khorasan, Afghanistan, merilis pernyataan yang mengklaim anggota mereka menargetkan markas badan intelijen negara.

    Baca: Taliban: Bom Ambulans Afganistan adalah Pesan Khusus Buat Trump

    Dalam situs internetnya dilaporkan tentang dua anggota mereka meledakkan bom bunuh diri dengan rompi peledak. Namun ISIS tidak memberikan pernyataan terkait tewasnya jurnalis dalam insiden ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.