Eksklusif -- Pengamat: Peta Suara Baru Untungkan PM Najib Razak

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najib Razak bersama para pendukungnya saat berkampanye, 28 April 2018. Twitter.com/najibrazak

    Najib Razak bersama para pendukungnya saat berkampanye, 28 April 2018. Twitter.com/najibrazak

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Pengamat politik Malaysia, Awang Azman, mengatakan pengubahan peta elektoral menjelang pemilihan umum Malaysia menguntungkan koalisi Barisan Nasional,yang dipimpin PM Najib Razak.

    “BN bisa bertambah jumlah kursi di Dewan Rakyat sebanyak 15-20 persen,” kata Awang kepada Tempo, Jumat, 27 April 2018.

    Baca: Eksklusif - Pengamat: Pajak Najib Razak Bikin Biaya Hidup Tinggi

    Awang mengatakan ini menangapi pengesahan batasan elektoral suara pemilih di Malaysia, yang disahkan pada akhir Maret 2018 atau sekitar satu bulan menjelang digelarnya pemilihan umum pada 9 Mei 2018.

    Mahathir Mohamad. [Malaysia Today]

    Kelompok oposisi menuding pengubahan peta suara di sejumlah daerah ini dilakukan agar BN mendapat lebih banyak kursi di parlemen atau Dewan Rakyat. Mereka sempat berunjuk rasa di depan gedung Dewan Rakyat sebelum pengesahan berlangsung pada awal Maret.

    Baca: Eksklusif -- Pengamat Bridget Welsh: Najib Razak Tidak Populer

    Saat ini, BN, yang terdiri dari sekitar 13 partai politik dengan Umno sebagai partai terbesar, mengusai 133 kursi di parlemen. Sedangkan koalisi oposisi Pakatan Harapan, yang dimotori Partai Keadilan Rakyat dan Democratic Action Party, menguasai 89 kursi saat ini. Total ada 222 kursi di parlemen.

    Sebagai ilustrasi, seperti dilansir media The Star dari Malaysia, satu kursi di daerah pemiilihan Putrajaya memiliki 15,791 calon pemilih terdaftar. Sedangkan, satu kursi di dapil Kapar memiliki 144,159 calon pemilih terdaftar.

    “Sehingga satu suara di Putrajaya setara dengan 9,12 suara di Kapar,” kata Andrew Khoo dari lembaga Bar Council, yang menyoroti mengenai masalah ini.

    Pengamat politik Malaysia, Associate Proffessor Dr Awang Azman, dari University of Malaya, Malaysia. Free Malaysia Today

    Menurut Awang, pengubahan peta suara elektoral ini menguntungkan BN karena mendapat lebih banyak kursi untuk daerah yang dikuasainya. “Mengubah peta suara sehingga pendukung BN bertambah di lokasi yang mereka inginkan,” kata Awang.

    Awang mengatakan election commission, yang merupakan penyelenggara pemilu dan berada di bawah kantor PM Malaysia, juga melarang pemasangan foto Mahathir dan Anwar Ibrahim secara berdampingan. Keduanya merupakan tokoh populer di kubu oposisi. Pelarangan ini menguntungkan bagi BN.

    Pelaksanaan pencoblosan suara pada hari kerja yaitu Rabu, 9 Mei 2018, juga didesain untuk mempersulit para pendukung loyal kelompok oposisi dari daerah untuk mencoblos karena akan sulit untuk kembali ke daerahnya.

    Kepada Tempo, pengamat politik Malaysia dari John Cabot University, Bridget Welsh, mengatakan pemilihan hari pencoblosan itu menguntungkan Barisan Nasional. “Pemilihan hari pencoblosan itu berdasarkan kepentingan politik,” kata dia.

    Menurut Welsh, sebagian calon pemilih di perkotaan bakal harus pulang ke daerahnya agar bisa memilih. Dan ini membutuhkan waktu lebih dari sehari sementara keesokan harinya mereka harus kembali bekerja di kota.

    “Calon pemilih urban lebih oposisi (PH) sedangkan pemilih di pedesaan lebih ke BN,” kata Welsh. Najib Razak berkompetisi sebagai inkumben untuk melawan bekas PM Mahathir Mohamad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.