Pertemuan Korea Utara dan Amerika Serikat Diadakan di Singapura?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. ANTARA FOTO/AACC2015

    Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. ANTARA FOTO/AACC2015

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong belum mendapat konfirmasi resmi jika negaranya akan dijadikan tempat pertemuan bersejarah antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di sela KTT ASEAN ke-32, Lee mengkonfirmasi pihaknya belum mendapat undangan resmi terkait dengan hal ini. 

    “Kami telah membaca sejumlah pemberitaan tentang kemungkinan tempat-tempat yang akan menjadi lokasi pertemuan Amerika Serikat-Korea Utara. Kami belum menerima undangan resmi dan permintaan dari pihak mana pun,” kata Lee, seperti dikutip dari situs Channelnewsasia.com pada Minggu, 29 April 2018.

    Baca: Tak Patuh Hukum, Rusia Tuduh Amerika Serikat Membelah Suriah

    (ki-ka) Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Tun Musa Hitam, Presiden Myanmar Win Myint, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Sultan Hassanal Bolkiah Brunei, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith, berpose dalam upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-32 di Singapura, 28 April 2018. (AP Photo/Yong Teck Lim) 

    Menurut Lee, pemilihan lokasi pertemuan harus menjadi hal yang disepakati bersama antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Pihaknya pun ragu keduanya saat ini telah mencapai kata sepakat mengenai hal tersebut.

    Baca: Intelijen Amerika Serikat dan Korea Utara Bahas Pertemuan 

    Sebelumnya, sebuah surat kabar di Korea Selatan mewartakan Singapura dan Mongolia telah masuk daftar untuk menjadi tempat penyelenggaraan pertemuan Trump dan Kim Jong-un. Sedangkan Thailand telah secara sukarela mengajukan diri sebagai tempat penyelenggaraan. 

    Dalam kesempatan itu, Lee juga menyoroti pertemuan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada Jumat, 27 April 2018. Kedua pemimpin itu dalam pertemuannya berjanji menciptakan perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan serta akan bekerja sama mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea. Menurut Lee, ASEAN menilai perkembangan situasi di Semenanjung Korea adalah hal positif, tapi dia memperingatkan masih ada beberapa permasalahan yang harus dihadapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.