Eksklusif -- Pengamat: Peluang Najib Lebih Besar dari Mahathir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat politik Malaysia, Associate Proffessor Dr Awang Azman, dari University of Malaya, Malaysia. Free Malaysia Today

    Pengamat politik Malaysia, Associate Proffessor Dr Awang Azman, dari University of Malaya, Malaysia. Free Malaysia Today

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Pengamat politik Malaysia, Awang Azman, mengatakan Perdana Menteri Najib Razak kemungkinan besar masih akan melanjutkan pemerintahannya meskipun ditantang bekas PM Mahathir Mohamad.

    Awang, yang mengajar di University Malaya di Akademi Studi Melayu, mengatakan ini terkait pelaksanaan pemilihan umum Malaysia pada 9 Mei 2018, yang saat ini telah memasuki masa kampanye selama 11 hari.

    Baca: Terkena Sabotase, Mahathir Selamat Tiba di Langkawi Malaysia

    “Jika melihat kondisi pemerintahan hari ini, Najib Razak memiliki keuntungan posisi untuk memenangkan pemilu,” kata Awang kepada Tempo, Jumat, 27 April 2018.

    Dalam pemilu kali ini, Najib Razak, 65 tahun, yang diusung koalisi Barisan Nasional, berhadapan dengan Mahathir Mohamad, 92 tahun, sebagai kandidat Perdana Menteri dari koalisi Pakatan Harapan. Partai Keadilan Rakyat besutan bekas wakil PM Anwar Ibrahim, menjadi motor koalisi PH ini.

    Baca: Politikus Umno Lawan Mahathir di Langkawi: Dia Hampir 100 Tahun

    Awang melanjutkan,”Mahathir mungkin punya dampak yang bagus tapi tampaknya tidak cukup untuk bisa mengambil alih Putrajaya.” Mahathir Mohamad adalah bekas Perdana Menteri yang sempat berkuasa selama 22 tahun dan pensiun pada 2003. Dia keluar dari Partai Umno pada 2016 untuk mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia, yang bergabung dengan koalisi oposisi Pakatan Harapan. Koalisi PH ini dimotori Partai Keadilan Rakyat, yang dibentuk bekas wakil Mahathir saat menjabat PM yaitu Anwar Ibrahim.

    Menurut Awang, Mahathir bisa menarik perhatian lebih besar dibandingkan Najib. “Dia juga punya pengaruh lebih besar di publik baik terhadap generasi muda dan tua,” kata dia.

    Lewat akun Twitter @NajibRazak, PM Najib menyerang Mahathir terkait perseteruannya dengan Anwar Ibrahim. “Dulu, dia (Mahathir) kutuk Anwar dahsyat. Sekarang dia bersama Anwar di pengadilan,” kata Najib dalam video kampanye yang unggah di akunnya, Ahad, 29 April 2018.

    Najib Razak melanjutkan dia tidak akan meniru perbuatan Mahathir itu terhadap Anwar,”Kita punya moral politik. Menang kalah tidak masalah.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.