Bau Durian, Ratusan Orang Dievakuasi dari Perpustakaan Australia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Durian Musang King. Istimewa

    Durian Musang King. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan orang terpaksa dievakuasi dari sebuah perpustakaan di pusat Kota Melbourne, Australia, pada Sabtu, 28 April 2018, gara-gara bau busuk durian yang dikira ada kebocoran gas.

    "Petugas terpaksa mengevakuasi mereka karena ketakutan ada bau busuk yang diduga akibat kebocoran gas," tulis Channel News Asia, Ahad, 29 April 2018.

    Baca: Hasil Riset Ini Pecahkan Misteri Aroma Durian

    Seorang pria menikmati durian yang dibelinya saat musim durian di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand, 26 April 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Departemen Pemadam Kebakaran Kota mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka mendapatkan panggilan dari Universitas Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, di Jalan Latrobe pada pukul 15.00 petang waktu setempat, setelah tercium bau gas di sebuah perpustakaan.

    Bau gas ini memicu kepanikan. Polisi setempat mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi sekitar 500 mahasiswa dan dosen. Petugas pemadam kebakaran menggunakan alat bantu pernapasan mencari tahu pusat bau tersebut.

    "Gedung RMIT diketahui menyimpan bahan kimia berbahaya," bunyi salah satu pernyataan Departemen Pemadam Kebakaran Australia.Universitas RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology), Melbourne, Victoria, Australia. [https://www.alamy.com]

    Setelah petugas pemadam kebakaran melakukan pelacakan di berbagai lokasi, mereka akhirnya menemukan satu buah durian yang tersimpan di dalam lemari.

    Baca: Ini Mengapa Buah Durian Punya Aroma Khas yang Kuat

    "Kami melacak sumber bau dengan saksama di sejumlah tempat. Sumber bau tersebut adalah durian yang dibiarkan membusuk di dalam lemari sehingga mengeluarkan bau menyengat," kata Brigade Pemadam Kebakaran Metropolitan, Australia. "Bau itu telah meresap ke sistem AC gedung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?