Arab Saudi Gempur Ibu Kota Yaman, 50 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang melintas dekat reruntuhan bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. Serangan udara koalisi Arab Saudi acap kali menargetkan bangunan atau lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pemberontak Houthi. REUTERS/Khaled Abdullah

    Sejumlah orang melintas dekat reruntuhan bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. Serangan udara koalisi Arab Saudi acap kali menargetkan bangunan atau lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pemberontak Houthi. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jet tempur Arab Saudi menggempur kembali ibu kota Yaman, Sanaa, Jumat malam 27 April 2018, waktu setempat, mengakibatkan puluhan orang tewas dan luka-luka.

    Menurut laporan televisi Arab Saudi, Al Ekhbariya, sebagaimana dikutip Al Jazeera, serangan udara yang dilancarkan pada Jumat itu menghajar gedung Kementerian Dalam Negeri Houthi menyebabkan lebih dari 50 pemberontak Houthi tewas, termasuk dua komandan pemberontak. Serangan udara Arab Saudi tersebut dibenarkan oleh Houthi Yaman. Namun Sanaa tidak memberikan keterangan rinci.

    Baca: Arab Saudi Cegat Rudal Yaman di Mokhta

    Korban serangan udara Arab Saudi di Yaman. [Abna24]

    "Sebuah gedung yang berdekatan dengan kantor Kementerian Dalam Negeri Houthi dihantam bom udara juga," tulis Al Jazeera, Sabtu, 28 April 2018.

    Sementara itu, dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengatakan, pertahanan udara Arab Saudi mengaku berhasil mencegat empat rudal yang ditembakkan Houthi ke Provinsi Jazan, di sebelah selatan Arab Saudi dekat perbatan Yaman, Sabtu.

    "Pemberontak Houthi menembakkan delapan rudal balistik ke arah Jazan dengan sasaran pusat perekonomian," bunyi siaran kantor berita Saba.Militan Houthi meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi, 25 Maret 2018. Pertahanan udara Arab Saudi menembak jatuh tujuh rudal yang melintas di atas langit dari Yaman. Houthi Military Media Unit/Handout via Reuters

    Perang antara Houthi melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah memasuki tahun keempat. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda berakhir.

    Baca: Arab Saudi Hancurkan Rudal Houthi Yaman

    Adapun pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman telah bertempur sejak 2004, tetapi pertempuran sebatas di kawasan miskin utara Provinsi Saada yang menjadi basis pertahanan Houthi. Dalam perang tersebut, Houthi mendapatkan dukungan dari Iran. Sedangkan pemerintah Yaman disokong oleh Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?