Kampanye Pemilu Malaysia Dimulai, Jet Milik Mahathir Disabotase

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan PM Malaysia, dan pemimpin Partai Pribumi Bersatu Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers di Petaling Jaya, Malaysia, 5 April 2018. AP

    Mantan PM Malaysia, dan pemimpin Partai Pribumi Bersatu Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers di Petaling Jaya, Malaysia, 5 April 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengklaim ada oknum yang ingin menyingkirkannya demi menang dalam Pemilihan Umum Raya Malaysia Ke-14.

    Mahathir mengatakan, pada Jumat, 27 April 2018, ada pihak yang berusaha menyabotase jet pribadinya saat akan terbang dari Kuala Lumpur ke Langkawi.

    Baca: Langkawi Jagokan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia 2018

    Upaya mencelakakan Mahathir terungkap setelah pilotnya menemukan beberapa kerusakan yang tampaknya disengaja sebelum lepas landas.

    "Saya telah memperingatkan sebelumnya akan ada upaya jahat untuk memaksa beberapa kandidat berhenti ikut PRU 14, tapi saya tidak berpikir itu akan terjadi pada saya," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada 28 April 2018.

    Menanggapi klaim itu, pemerintah Malaysia berjanji akan melakukan penyelidikan kasus yang sudah dilaporkan Mahathir ke polisi.

    Baca: Toko Roti Bangkrut, Mahathir Mohamad Salahkan PM Najib Razak

    Mahathir kembali ke dunia politik setelah pensiun 15 tahun lalu. Ia menjadi kandidat dari oposisi Aliansi Harapan. Politikus veteran berusia 92 tahun itu akan mencalonkan diri dari daerah pemilihan Langkawi untuk pemilihan 9 Mei mendatang. 

    Perdana menteri selama 22 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2003 ini kembali menantang Perdana Menteri Najib Razak dalam pemilihan umum. Mahathir menuding Najib terlibat dalam berbagai skandal yang dinilai telah membawa Malaysia dalam kehancuran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.